BOLOGNA – Ducati untuk pertama kali kembali bisa merasakan naik podium sejak MotoGP 2012. Namun pembalap Ducati, Andrea Dovizioso menilai kesuksesan itu bukan semata karena timnya pindah kelas dari Pabrikan ke Terbuka.
Dalam balapan di MotoGP Americas, Minggu kemarin, secara mengejutkan Dovizioso berhasil finis ketiga. Itu merupakan podium pertama yang dirasakan oleh tim asal Italia tersebut. Terakhir, Valentino Rossi yang berhasil membawa Ducati naik podium di Misano musim 2012.
“Perbedaannya adalah kami mampu mengerem lebih baik dan memasuki tikungan lebih cepat. Kami juga mampu menggunakan kekuatan untuk melakukan akselerasi dan kami memiliki tenaga kuda lebih banyak, karena bagian dari mesin baru. Ini alasan kenapa kami bisa semakin dekat dari tes pertama tahun ini,” papar Dovizioso.
Ducati sudah tidak pernah merasakan kemenangan sejak Casey Stoner memutuskan untuk pensiun di akhir musim 2010. Pada awal musim 2014, Ducati memutuskan untuk meninggalkan kelas Pabrikan dan hengkang ke kelas Terbuka. Alasan utama Ducati adalah agar terhindar pelarangan pengembangan mesin.
Dengan pindah ke kelas Terbuka, Ducati tidak hanya mendapatkan keuntungan dapat uji coba lebih banyak dan mengembangkan mesin, tapi juga tambahan bahan bakar empat liter serta pemakaian ban belakang yang lebih lembut.
“Saya ingin mengatakan banyak orang beranggapan peraturan baru ini memberikan kami kemungkinan untuk menambah kecepatan, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Tentu hal itu memberikan sinyal positif kepada kami, tapi kami lebih cepat karena meningkatkan performa motor, khususnya keseimbangan pada motor,” ujar Dovi, sapaan Dovizioso.
“Alasan utama kami memutuskan untuk pindah ke peraturan Terbuka adalah kemungkinan untuk melakukan uji coba dan mengubah mesin selama musim ini,” tutup pembalap asal Italia itu, dinukil dari Crash, Rabu (16/4/2014).
(Hendra Mujiraharja)