LONDON – Tuan rumah mesti berterima kasih kepada Luke Campbell. Petinju amatir berusia 24 tahun ini menjadi wakil pertama tuan rumah yang memastikan medali. Meski sudah ‘terjamin’ perunggu, Campbell membidik emas demi membanggakan putranya.
Leo Campbell yang baru berusia 2 tahun, selalu menjadi inspirasi sang Ayah di kancah tinju amatir selama ini. Putranya yang lahir dari tunangannya, Lynsey Kraanen itu, juga acap diajak sang ibu dan neneknya untuk menyaksikan sang ayah di ring tinju selama Olimpiade ini.
“Saya di sini untuk mengincar emas. Saya ingin memenangkan partai final dan membawa pulang medali emas untuk putra kecil saya,” seru Campbell, sebagaimana dikutip ThisIsHullAndEastRiding, Selasa (7/8/2012).
“Segala pengorbanan dan disiplin yang saya terapkan, lumayan bernilai. Saya keras berlatih untuk menang dan bertarung untuk menang. Saya ingin memenangkan pertarungan selanjutnya untuk kemudian merebut emas,” lanjut peraih emas Kejuaraan Amatir Eropa 2008 tersebut.
Campbell yang turun di kelas bantam, melangkah ke semifinal setelah membekuk petinju Bulgaria, Detelin Dalakliev dan sudah terjamin medali perunggu. Di semifinal, Campbell akan bersua Satoshi Shimizu dari Jepang, pada Jumat mendatang.
Lynsey, tunangan Campbell, selalu membawa Leo beserta orang tua Campbell, demi melayangkan dukungan moral untuk ayah dari anaknya itu. Dari kursi penonton, Lynsey hanya bisa mengharapkan yang terbaik bagi calon suaminya itu.
“Ayahnya akan membawakan medali untuknya (Leo). Luke melakukannya demi Leo. Leo adalah masa depannya dan luar biasa rasanya bisa dibawakan medali oleh Luke,” ujar Lynsey yang menggendong si kecil Leo di ExCel Arena.
(Randy Wirayudha)