Sabet Medali Perak Olimpiade 2012, Atlet Angkat Besi Citra Febrianti Diguyur Bonus

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 43 2331544 sabet-medali-perak-olimpiade-2012-atlet-angkat-besi-citra-febrianti-diguyur-bonus-HVrL6D10DT.jpg Menpora RI Zainudin Amali dan Citra Febrianti (Foto: Kemenpora RI)

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, memberikan bonus sebesar Rp400 juta kepada Citra Febrianti. Pasalnya, Citra baru saja ditetapkan sebagai peraih medali perak dalam gelaran Olimpiade London 2012.

Citra yang di ajang Olimpiade London 2012 tampil sebagai atlet angkat besi sebenarnya menempati posisi keempat di nomor 53kg pada saat itu. Akan tetapi, setelah dilakukan penyelidikan, didapati peraih medali emas Zulfiya Chinshanlo (Kazakhstan) dan perunggu Christina Lovu (Moldova) menggunakan doping.

Mala dati itu, Citra yang sebelumnya tidak meraih medali, kini dianugerahi medali perak setelah International Olympic Comittee (IOC) mengirim surat resmi pada 19 November 2020. IOC mengonfirmasi bahwa Citra resmi menempati peringkat dua di kelas 53.

Baca juga: Demi Kelancaran Olimpiade Tokyo 2020, Eko Yuli Irawan Berharap Vaksin Covid-19 Aman

Zainudin Amali dan Citra Febrianti

“Kejadian delapan tahun lalu, pemberian bonus tetap dilakukan karena ini merupakan komitmen kita dan apresiasi dari pemerintah kepada atlet yang berprestasi,” kata Zainudin dalam sambutannya di Wisma Menpora, Kemenpora, Jakarta, Senin (21/12/2020).

Kasus doping ini juga menjadi perhatian Zainudin Amali. Kepada para atlet, Menpora RI mengingatkan bahaya menggunakan doping. Selain memiliki risiko untuk didiskualifikasi, penggunaan doping juga merusak sportivitas.

“Ini harus menjadi pelajaran betul bagi kita, terutama atlet, pelatih, pembina. Saya ingatkan, jangan main-main dengan doping. Akibatnya bisa didiskualifikasi. Ini juga menyangkut nama baik negara. Saya pesan betul jangan sampai main-main doping. Kita harus tampilkan aslinya, jangan sampai ada doping,” jelas Zainudin.

Berkaitan dengan itu, Zainudin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki komitmen terhadap anti-doping. Ini dibuktikan dengan akan dibuatnya laboratorium anti-doping milik pemerintah. Tepatnya persis di Kompleks Rumah Sakit Ortopedi Prof Dr Soeharso, Solo, Jawa Tengah.

“Kemarin saya datang ke Solo untuk meninjau calon tempat laboratorium anti-doping. Tentu ini menjadi kebanggan kita. Kita sampaikan bahwa Indonesia sangat menjunjung tinggi sportivitas. Indonesia mendorong olahraga yang bersih tanpa doping. Tolong cabor jauhi dan hindari doping, karena bisa berakhir buruk untuk olahraga dan mencoreng sportivitas,” terangnya.

Zainudin Amali dan Citra Febrianti (Foto: Kemenpora RI)

Sementara itu, Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora yang betul-betul memperhatikan nasib atlet. Kata dia, prestasi olahraga di tanah air harus dikerjakan secara bersama-sama.

“NOC menyadari bahwa prestasi olahraga adalah pekerjaan yang komprehensif. Kemungkinan Indonesia Insya Allah akan ada berita baik lagi. Mudah-mudahan bisa menambah prestasi kita. Saat ini masih belum valid, kami belum bisa bilang," ujar Okto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini