JAKARTA - Perhatian publik menjelang pertandingan final sepak bola SEA Games Indonesia Vs Malaysia kali ini sangat antusias. Menurut Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, tim kesebelasan Indonesia akan dapat mengatasinya.
Meskipun pada pada pertandingan penyisihan group, Indonesia harus menelan kekalahan atas Malaysia dengan skor 0-1, namun kali ini menurut Pramono, Indonesia diprediksi akan memenangi pertandingan dilapangan hijau itu.
"Yang pertama Indonesia - Malaysia akan berbeda dengan pertandingan lalu. Pada waktu itu kita turunkan pemain dilapis kedua sehinga terlihat grogi. Apalagi kipernya baru pertama dikeluarkan," ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2011).
Menurut analisis Pramono, Indonesia akan unggul dari tim kesebelasan harimau Malaya dengan syarat tim kesebelasan merah putih dapat menjaga stamina dan pola permainan.
"Kalau lihat performa tim Indonesia, kalau bisa menjaga stamina dan pola permainan kita akan menang. Apalagi ada trio Titus Bonai, Patrich Wanggai dan Oktomaniani," kata dia.
Bagi Politisi PDI Perjuangan itu, duet trio putra Irian Jaya itu merupakan pemain yang tidak egois.
"Mereka tidak egois untuk memasukan sendiri-sendiri. Mereka ini secara body languege terbiasa main bersama. Apalagi kalau di lini tengah Egi atau Andik Firmansyah bisa memberikan suply bola yang kontinue. Mudah-mudahan skornya 2-1," jelasnya.
Pramono berharap permainan apik yang ditunjukkan tim U-23 merah putih tidak dijadikan komoditas politik sehingga para pemain timnas U-23 itu tidak terbebani dalam permainannya.
"Jangan kemudian sepak bola jadi panggung tersendiri bagi politisi sehingga dibebani hal-hal non teknis dan psikologis. Pengalaman kita di AFF itu malah harus jadi pelajaran. Di mana Timnas dibawa ke sana kemari sebelum pertandingan final. Itu yang harus dipelajari di pertandingan AFF lalu," paparnya.
Meski sebagai penggila bola, Pramono pun tak akan menonton langsung pertandingan di Gelora Bung Karno, pada Senin (21/11) sore nanti. Dia lebih memilih nonton dikediamannya bersama keluarganya agar tidak terlihat sebagai politisi yang ingin menjadikan tim kesebelasan dibawa keranah politis.
"Ini pelajaran saya sebagai penggila bola. Saya lebih memilih nonton di rumah," pungkasnya.
(Sebastianus Epifany)