Prioritaskan Cabor Potensi Emas

Windi Wicaksono, Jurnalis
Selasa 15 November 2011 09:50 WIB
Atlet Karate rayakan emas. Foto: Windi/Okezone
Share :

JAKARTA - Gemilangnya penampilan atlet-atlet Indonesia di cabang olahraga Karate, benar-benar membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong datang ke Tennis Indoor Senayan, dari hari pertama pertandingan cabor Karate digelar pada Sabtu (12/11/2011), sampai Senin (14/11/2011) yang merupakan hari terakhir pertandingan cabor Karate.
 
Mereka datang untuk mendukung sekaligus menyaksikan perjuangan karateka Merah Putih yang tampil mengesankan. Hasilnya pun tak sia-sia, berkat dukungan penuh suporter Indonesia yang fanatik, Karate mampu menyumbangkan 10 emas, 2 perak dan 4 perunggu di ajang SEA Games ke-26 ini.
 
Sejak awal, KONI Pusat sendiri hanya menargetkan Karate meraih 5 medali emas, namun karateka-karateka Indonesia ternyata mampu melewati target yang diberikan, tak tanggung-tanggung, dua kali lipat.
 
Namun, jika melihat prestasi yang dicetak Tim Karate Indonesia, tampaknya bertolak belakang dengan sarana yang mereka terima untuk berlatih. Menurut Manajer Tim Karate Indonesia, Zulkarnaen Purba, sarana latihan yang dimiliki Karate bisa dibilang tidak memadai.
 
"Sarana untuk atlet Karate tidak layak. Tapi, mungkin karena keterbatasan itu, malah menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami," papar Zulkarnaen.
 
"Dengan hasil ini, semoga pemerintah matanya terbuka untuk menyamakan semua cabang olahraga, tidak ada yang dianakemaskan," tukasnya.
 
Zulkarnaen menegaskan, seharusnya pemerintah melihat cabang olahraga dari potensi emasnya, bukan karena populernya. Menurutnya, pemerintah mesti lihat skala prioritasnya dari masing-masing cabang olahraga dan beri dukungan penuh.
 
"Tolong didukung cabang-cabang yang punya potensi emas. Jangan yang terkenal saja, saya tidak membesarkan prestasi kami, tapi itulah yang terjadi," terangnya.
 
"Tapi cabang Karate cukup beruntung, kami dapat beberapa try out ke luar negeri guna persiapan SEA Games ini," tukasnya
 
Zulkarnaen menambahkan, yang akan dilakukan Tim Karate Indonesia saat ini adalah menyiapkan regenerasi dan pembinaan karateka-karateka muda Indonesia.
 
"2 tahun ini kami menyiapkan regenerasi, kita tahu, Umar Syarif kini sudah 34 tahun dan Flenty Enoch telah berumur 37 tahun, kita harus memunculkan karateka muda berbakat demi menggantikan mereka," tandasnya.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya