SURABAYA - Ramainya perhelatan kompetisis Streetball di beberapa kota ternayata memiliki latar belakang tersendiri. Olah raga yang diawali pada tahun 2005 silam ternyata kali ini menjadi sebuah olah raga yang dibanjiri peminat. Bahkan, LA Lights Streetball menyelenggarakan kompetisi di beberapa kota di Indonesia yang berakhir pada bulan Oktober 2011 dengan Grand Final di Jakarta.
Sebelumnya, Open Run pertama dihelat di Kota Malang dan saat ini berlanjut di Semarang. Menurut Maya Shintawati, Brand Manager LA Lights, Diliriknya Streetball dinilai karena memiliki kesamaan karakter dengan brand LA Lights yang berjiwa muda, fun, kreatif, dinamis dan individual attitude. Selain itu olahraga Streetball merupakan bagian dari pergeseran format olahraga di era digital dimana generasi muda dewasa saat ini dikenal dengan julukan ‘Generation C (Connected). Olah raga ini tak hanya mengusung skil atau fisik saja tetapi juga menampilkan kreativitas yang entertaining melalui trik-trik yang ditampilkan.
Memasuki tahun yang ke-tujuh, tentunya kompetisi LA Lights Streetball sudah semakin matang baik dalam peraturan maupun mekanisme pertandingan yang diterapkan. "Di LA Lights Streetball 2011 ini, tak berlaku permainan Streetball tanpa kejutan dan trik-trik menawan, karena disini semangat ‘Level Up’ bakal terasa dan dipertontonkan oleh peserta LA Lights Streetball 2011, yang selaras dengan tema “Level Up’
yang diusung di tahun ini yang ingin mencari bibit baru yang berpotensi," kata Maya dalam Rilisnya yang diterima Okezone, Sabtu (14/5/2011).
Maya menambahkan, semangat Streetball telah dihidupkan jelang kompetisi berlangsung dengan menggelar ajang pelatihan dan coaching clinics LA Lights Streetball Camp yang mampu menarik sekitar 100 peserta. "Ajang ini kami harapkan dapat menjadi satu lifestyle yang dapat diadaptasi dan dipergunakan sebaik-baiknya oleh sebanyak mungkin generasi muda dewasa”. tambahnya.
Meskipun olahraga Streetball, yang merupakan spesialisasi dari cabang basket, telah memperlihatkan peningkatkan perkembangan dalam tujuh tahun belakangan ini, namun ternyata pemahaman terhadap olahraga Streetball ini masih belum lah merata. Bahkan masih terdapat Streetballers yang nekad bermain padahal mereka tidak memiliki dasar olahraga basket yang kuat. "Masih adanya anggapan bahwa Streetball hanya menampilkan permainan gaya saja yang menjadi pekerjaan rumah para pakar Streetball untuk terus mengedukasi," tutup Maya.
(Dewi)