LONDON - Mantan petenis nomor satu dunia Carlos Moya mengaku terkejut dengan kejeniusan Rafael Nadal. Dia yakin, Nadal tengah merintis jalan sebagai legenda tenis di masa depan.
Itu diungkapkan Moya saat memberi sambutan di hadapan publik O2 Arena pada ATP World Tour Finals 2010. Moya menerima tribute dari sejumlah petenis papan atas dunia, setelah cedera kaki memaksanya untuk gantung raket, Kamis lalu.
Pada acara perpisahan itu, Moya menyempatkan diri melontarkan pujian kepada Nadal, yang dikenalnya sejak petenis asal Mallorca masih berusia 11 tahun. Moya mengklaim, kesuksesan Nadal dalam beberapa tahun terakhir jauh melebihi perkiraannya.
"Mengenal Nadal sejak lama membuat prestasinya menjadi semakin istimewa di mata saya. Karena, pertama kali saya mengenalnya, dia masih berusia 11 atau 12 tahun," ungkap jawara Prancis Terbuka 1998.
"(Sejak dulu) dia sudah menunjukkan prospek sebagai petenis yang baik, tapi anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Saya sadar dia memiliki sesuatu yang istimewa, tapi, jujur saja, saya tidak pernah berpikir dia akan sebagus ini," imbuh Moya seperti dikutip
Yahoo Sports, Senin (22/11/2010).
"Nadal adalah salah satu petenis terhebat sepanjang masa. Tapi, bisa jadi kini dia dalam proses menjadi pemain terhebat," tegas Moya.
Nadal sendiri mengaku sedih dengan mundurnya Moya dari dunia tenis. Moya sempat menjadi partner latihan petenis 24 tahun di awal karirnya. Tidak heran, Nadal menyebut Moya sebagai mentornya.
"Ini hari yang menyedihkan untuk saya karena saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada seorang teman, sementara tenis akan kehilangan duta hebatnya," cetus pemilik sembilan gelar
grand slam.
"Moya adalah petenis Spanyol pertama yang berhasil meraih ranking tertinggi. Dia banyak membantu saya di awal karir. Saya sangat merindukan kehadirannya saat dia absen musim lalu," tutup Nadal.
(Defanie Arianti)