Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atlet kembar Sepak Takraw dari Desa hingga Mancanegara

Atlet kembar Sepak Takraw dari Desa hingga Mancanegara
Lena (kiri) dan Leni (Foto: Okezeone)
A
A
A

INDRAMAYU – Bagi Lena dan Leni, bola takraw seakan menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan keduanya. Atlet kembar kelahiran Desa Karangkerta, Kabupaten Indramayu 25 tahun lalu itu, kini telah mampu memetik buah atas keuletan dan kegigihannya selama mengikuti latihan.

Saat ini atlet desa itu telah mampu berkompetisi dalam berbagai ajang bergengsi di berbagai negara. Sepulang dari Thailand untuk mengikuti kejuaraan sepak takraw Kings Cup, Lena dan Leni pun berbagi kisah yang dapat menginspirasi kaum muda bangsa.

Atlet wanita yang terlahir dari keluarga buruh tani ini, mulai mengenal sepak takraw pada 2006 silam. Ketika itu, keduanya masih duduk di bangku SMP kelas 9. Mulanya Lena dan Leni hanya tertarik pada beasiswa melanjutkan sekolah ke SMAN 1 Tukdana bila berhasil menjuarai kompetisi lokal beberapa tahun lalu. Setelah menempuh serangkaian proses latihan, akhirnya Lena dan leni berhasil meraih predikat juara dan menyabet beasiswa melanjutkan sekolah.

"Dari situ kami berdua bisa melanjutkan sekolah. Dan tidak pernah menyangka akan sampai pada posisi sekarang," ungkap Lena yang didampingi Leni kepada Okezone, Senin (25/8/2014).

Salah satu prestasi gemilang yang berhasil diraih adalah juara umum PORDA 2010 untuk cabang olahraga sepak takraw. Di bawah binaan pelatih Sunata, keduanya terus mengikuti berbagai Kejurda, Kejurnas, Porda dan even kejuaraan bergengsi lainnya. Mampu mewakili Jawa Barat dan mewakili Indonesia di kancah internasional, merupakan motivasi tersendiri bagi Lena dan Leni.

"Pelatih kami berpesan, setiap kali datang (bertanding) harus menang," tuturnya.

Pada Agustus ini, Lena dan Leni pun mempersembahkan kado kemerdekaan HUT RI ke-69. Dalam Kings Cup Thailand, berhasil meraih medali perak untuk nomor tim dan medali perunggu untuk nomor regu. Dikatakan Leni, Tim Indonesia harus bertarung dengan tim dari 35 negara lainnya. Dan Indonesia harus mengakui kekuatan tim Takraw Thailand dalam Kings Cup tersebut.

Menurut keduanya, saat ini dunia sepak takraw sangat minim regenerasi. Sehingga jumlah atletnya pun masih sangat sedikit. Kesan permainan takraw yang sulit, banyaknya teknik mulai dari pengambilan bola pertama, dan minimnya pembinaan serius kerap mengurungkan niat calon atlet. Ia berharap agar takraw tidak lenyap ditelan waktu melalui pembinaan regenerasi yang lebih baik.

(Fetra Hariandja)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement