MANAMA – Pembatalan GP Bahrain terus membayangi perhelatan Formula One (F1). Meski demikian, ide pengalihan tempat tetap dianggap tidak masuk akal.
Arus protes terhadap rezim pemerintah berkuasa di negara-negara Timur Tengah diketahui juga merembet ke Bahrain. Dilaporkan telah banyak korban jatuh dalam aksi tersebut.
Segala aspek turut pula terganggu, termasuk kegiatan olahraga. Bahkan terakhir, penyelanggara GP2 Asia Race membatalkan salah satu agendanya pada akhir pekan ini.
Hal serupa kemungkinan juga akan dilakukan oleh pihak F1. Diketahui bulan depan ajang balap jet darat akan melaksanakan kick-off musim anyar di sirkuit Sakhir. Memang belum ada keputusan resmi, namun melihat kondisi yang ada sebagian pihak nampak mulai pesimistis.
Sebagai antispasi, sempat mencuat ide pengalihan tempat. Namun itu buru-buru ditentang oleh John Booth selaku bos Virgin.
“Tidak praktis. Kami sudah akan meletakkan muatan di Bahrain. Jika harus mengangkut banyak muatan lagi, itu bisa menganggu laju mobil,” ujar Booth seperti disitat Motorsport, Jumat (18/2/2011).
Sirkuit Yas-Marina di Abu Dhabi kabarnya untuk calon tempat altenatif. Sementara pihak F1 berserta seluruh tim baru akan menghelat pertemuan hari ini.
(Muchamad Syuhada)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.