JAKARTA - Indonesia boleh bangga dengan prestasi yang dibuat Markis Kido/Hendra Setiawan di Jepang super series 2009. Namun, diharapkan pebulu tangkis Merah Putih jangan cepat puas dengan pencapaian tersebut.
Masalahnya, prestasi pebulu tangkis Indonesia dinilai menurun ketimbang saat mengikuti Jepang super series tahun lalu. Jika tahun ini hanya meraih satu gelar melalui Markis/Hendra yang merebut nomor ganda putra setelah mengalahkan juniornya Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan. Ditambah Taufik Hidayat sebagai runner up tunggal putra setelah dikalahkan tunggal putra China Bao Chunlai.
Kondisi itu berbeda jauh saat Indonesia meraih dua gelar melalui Sony Dwi Kuncoro di tunggal putra. Lalu, pasangan Muhammad Rijal/Vita Marissa merebut nomor ganda campuran. Sementara Muhammad Ahsan/Bona Septano menjadi runner up ganda putra tahun lalu.
Kenyataan itu membuktikan Indonesia masih butuh perbaikan mengatasi penurunan prestasi tersebut. Sebab, masih ada harapan Indonesia kembali membuktikan nama besarnya di dunia bulu tangkis.
Kasubbid Pelatnas Cipayung Christian Hadinata menjelaskan, pihaknya tak menepis akan banyaknya kritikan meski Markis/Hendra membuat Indonesia sedikit berbangga setelah meraih gelar di Jepang.
Namun, patut dicatat jika pihaknya tengah intensif melakukan pembinaan regenerasi pemain. "Jadi, sudah sewajarnya jika kami mengalami penurunan ketimbang tahun lalu. Yang penting, kami bersyukur masih ada wakil dari Indonesia yang meraih gelar," ujar Christian, Minggu (27/9/2009).
Dia pun membeberkan jika PB PBSI sebelumnya tak mematok target merebut gelar di turnamen tersebut. Dia beralasan minimnya prestasi pebulu tangkis pelatnas Cipayung menjadi dasar pihaknya tak memberikan target muluk.
Pebulu tangkis Indonesia memang terbilang miskin prestasi tahun ini. Tercatat hanya pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir yang sekali merebut gelar ganda campuran Malaysia super series 2009. Sisanya kurang beruntung saat mengikuti turnamen mulai Korea, Swiss, All England, Singapura, hingga Indonesia super series tahun ini. Mereka pun kurang menjanjikan ketika mengikuti Kejuaraan Dunia 2009.
Namun, dengan prestasi yang digapai Markis/Hendra, dia berharap semua pebulu tangkis Indonesia akan semakin termotivasi. "Kami tak berharap banyak di turnamen itu sebelumnya, tapi prestasi mereka sepertinya membuat pebulu tangkis Indonesia lainnya akan tergerak melakukan yang terbaik," ungkapnya.
(
Edi Yulianto/Koran SI/acf)