PROFIL Joan Mir menarik untuk diulas. Sebab, pembalap MotoGP ini dijukuki El Notifikasi terutama oleh penggemar balapan di Indonesia.
Nama Joan Mir kembali mencuri perhatian di dunia MotoGP setelah dipastikan akan absen pada tiga seri terakhir. Ia mengalami masalah dengan kesehatannya sehingga harus menepi untuk sementara waktu.
Walau begitu, Joan Mir tetaplah salah satu pembalap dengan talenta luar biasa. Ia bahkan merengkuh cukup banyak gelar hingga bisa jadi juara dunia MotoGP pada 2020.
Jalan menuju gelar itu tidak ditempuh secara instan. Mir meniti karier dari Red Bull Rookies Cup, merengkuh gelar juara dunia Moto3, hingga akhirnya naik ke kelas utama bersama Suzuki Ecstar pada 2019.
Berikut perjalanan karier Joan Mir, dari awal kiprahnya di level junior hingga menjadi bagian dari deretan juara dunia MotoGP.
Sepanjang kariernya di panggung Grand Prix, Joan Mir telah menjalani 190 balapan dan mengoleksi dua titel juara dunia. Gelar pertama diraih di kelas Moto3 pada 2017, disusul mahkota juara dunia MotoGP pada 2020 bersama Suzuki.
Capaian tersebut menempatkannya dalam jajaran pembalap elite yang pernah menjadi kampiun di lebih dari satu kelas. Dari ratusan balapan itu, pembalap asal Mallorca tersebut mencatat 12 kemenangan, 35 podium, dan dua pole position.
Torehan podium bertambah setelah ia meraih dua hasil tiga besar bersama Honda pada 2025, yakni di GP Jepang dan GP Malaysia. Meski beberapa musim terakhir terbilang berat, deretan angka ini menjadi bukti kualitas Mir yang kini bersiap melanjutkan karirnya bersama Gresini Racing pada MotoGP 2027.
Sebelum menyandang status juara dunia, Mir lebih dulu terpilih mengikuti Red Bull Rookies Cup 2013 dan finis kedua pada tahun pertamanya di ajang tersebut. Performanya melesat sepanjang 2014 dengan enam podium, termasuk tiga kemenangan, hingga menutup musim di peringkat kedua klasemen akhir.
Pembalap asal Spanyol itu pun diprediksi menjadi penantang gelar Kejuaraan Dunia Junior FIM CEV Moto3 2015. Meski gagal menjadi juara, Mir meraih sejumlah kemenangan impresif dan bertarung memperebutkan titel hingga putaran terakhir.
Pada tahun yang sama, Mir menjalani debut Grand Prix di GP Australia sebagai pengganti Hiroki Ono yang absen. Ia lalu tampil penuh musim di Kejuaraan Dunia bersama Leopard Racing pada 2016 dan dinobatkan sebagai Rookie of the Year Moto3.
Setahun berselang, Mir bertahan di tim yang sama, tetapi berganti ke motor Honda. Hasilnya, sepuluh kemenangan mengantarkannya meraih gelar juara dunia di Phillip Island, Australia, sirkuit yang sama saat ia melakoni debut Grand Prix dua tahun sebelumnya.
Pembalap kelahiran Mallorca itu kemudian promosi ke Moto2 bersama Estrela Galicia 0,0 Marc VDS sebagai rekan setim Alex Marquez. Di musim pertamanya di kelas intermediate, ia mengemas empat podium dan dinobatkan sebagai Rookie of the Year 2018.
Kinerja apik itu membuat Suzuki Ecstar meminangnya untuk naik ke kelas utama pada 2019. Meski sempat mengalami kecelakaan hebat saat tes di Brno (Republik Ceko), penampilan Mir tergolong gemilang dengan 10 kali finis di 10 besar dan hasil terbaik posisi kelima di GP Australia.