MISANO – Pembalap Tim Aprilia Racing, Jorge Martin, harus menelan pil pahit setelah peluang kemenangannya di MotoGP San Marino 2026 sirna akibat masalah arm pump yang parah pada lengan kanannya. Kondisi tersebut membuatnya kehilangan kendali atas motor di paruh kedua balapan utama di Sirkuit Misano, Italia, Minggu 13 September 2026 kemarin.
Sang Juara dunia MotoGP 2024 itu sempat tampil luar biasa dan menjadi kandidat kuat pemenang dalam balapan 27 lap tersebut. Ia bahkan sempat mendahului rival utamanya, Marc Marquez (Ducati Lenovo), di awal balapan dan mencatatkan ritme yang sangat nyaman di posisi terdepan.
Namun, situasi berbalik drastis ketika lengan kanannya mulai bermasalah saat melakukan pengereman dan membuka gas. Performa Martin terus merosot lap demi lap hingga akhirnya harus puas finis di posisi kelima, yang membuat posisinya di puncak klasemen kini kembali disamakan oleh Marquez.
Selepas balapan, pembalap asal Spanyol itu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena masalah fisik mendadak tersebut merusak momentum besar yang sudah ia bangun di Sirkuit Misano.
"Saya mengalami masalah besar dengan arm pump. Ini sangat disayangkan. Saya pikir kami kehilangan peluang besar hari ini. Saya merasa sangat baik. Saya memulai dengan cara yang luar biasa," ungkap Martin, dikutip dari Crash, Senin (14/9/2026).
Kondisi fisik yang mengkhawatirkan ini kini menghadirkan dilema besar bagi Martin. Masalah otot lengan tersebut baru dirasakannya kembali sejak terakhir kali menjalani operasi pada tahun 2019 silam.
Dengan padatnya kalender balap musim ini, Martin harus mempertimbangkan secara matang apakah opsi naik meja operasi harus diambil atau ia bisa mencoba bertahan hingga akhir musim demi menjaga peluang juara.
"Saya memilikinya pada tahun 2019 dan saya menjalani operasi, dan setelah itu saya tidak pernah mengalami masalah ini lagi. Sekarang masalah ini datang lagi," kenang Martin.
"Saya merasa siap untuk bertarung demi kejuaraan, hari ini saya siap bertarung untuk kemenangan. Jadi, ini adalah sesuatu yang tidak bisa membantu saya. Tapi kita perlu memeriksanya," tambahnya.
Sebagai langkah awal, Martin berencana untuk menggunakan seri Grand Prix Austria pekan depan sebagai ujian penting untuk melihat apakah masalah tersebut dapat diatasi tanpa harus melakukan tindakan medis besar.
Martin menyadari bahwa keputusan keliru terkait kondisi fisiknya bisa berakibat fatal pada ambisinya merengkuh gelar juara dunia kedua kalinya tahun ini.
"Saya pikir Austria tidak akan menjadi masalah, tapi saya tidak tahu. Tapi yang pasti itu akan menjadi tes yang bagus, jadi di Austria, jika saya tidak punya masalah apa pun, mungkin saya bisa melanjutkan dan melupakan ini," pungkas Martin.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.