Di sisi lain, Thinaah memberikan analisis teknis mengenai jalannya pertandingan yang membuat mereka kewalahan menghadapi permainan Febriana/Meilysa. Menurutnya, kegagalan terbesar mereka adalah ketidakmampuan dalam mengontrol tempo permainan sesuai dengan strategi yang telah dirancang sebelumnya.
"Menjelang akhir, kami mulai mengikuti gaya permainan lawan alih-alih tetap berpegang pada rencana permainan kami. Mereka juga bermain dengan sangat baik dalam merusak strategi kami. Itu adalah hal yang harus kami catat dan perbaiki ke depannya,” jelas Thinaah.
Kini, waktu menjadi musuh utama bagi pasangan Malaysia tersebut. Mereka hanya memiliki waktu satu bulan untuk melakukan evaluasi total sebelum terjun kembali ke turnamen besar berikutnya.
Fokus utama mereka saat ini adalah memulihkan kondisi dan performa demi mengejar medali pertama mereka di ajang Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.