KEHADIRAN pasangan ganda putri Ukraina, Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr, di ajang BWF World Championships 2026 di New Delhi, India bukan sekadar tentang mengejar prestasi di atas lapangan bulu tangkis. Bagi keduanya, turnamen bergengsi ini menjadi panggung untuk menunjukkan ketangguhan jiwa bangsa Ukraina yang hingga kini masih berjuang menghadapi invasi Rusia.
Kehidupan warga Ukraina, termasuk para atletnya, memang berubah drastis sejak konflik pecah pada 2022. Bagi Buhrova yang berasal dari Kharkiv, perang bukan lagi sekadar berita di layar kaca, melainkan realitas pahit yang harus ia jalani setiap hari di tanah kelahirannya.
Buhrova mengungkapkan situasi di negaranya masih sangat memprihatinkan hingga saat ini. Namun, ia menegaskan cobaan berat tersebut justru menjadi bahan bakar semangatnya untuk terus berjuang. Ia merasa bangga bisa berdiri di kancah internasional sebagai pejuang yang membawa nama baik negaranya.
"Situasinya masih sangat, sangat buruk, Hal ini memang sangat sulit, tetapi itu juga memberi saya banyak kekuatan, dan saya sangat bangga mewakili negara saya sebagai seorang petarung, serta menunjukkan bagaimana Ukraina berjuang, percaya, dan terus berkembang,” cerita Buhrova, melansir dari New Straits Times, Sabtu (22/8/2026).
Lebih jauh, Buhrova membagikan memori traumatis saat dirinya masih bertahan di Ukraina di awal invasi. Latihan intensif yang seharusnya fokus pada teknik dan fisik harus terganggu oleh ancaman serangan udara yang datang sewaktu-waktu.
"Saat perang dimulai, saya berada di Ukraina. Kami berlatih di bawah ancaman bom. Suara alarm akan berbunyi, dan Anda harus menjatuhkan semuanya ke lantai lalu berlari ke tempat perlindungan," tambahnya.
Demi keberlangsungan karier dan keselamatan, skuad bulu tangkis nasional Ukraina akhirnya memutuskan untuk memindahkan pusat pelatihan mereka ke Italia. Keputusan ini diambil karena kondisi di dalam negeri sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan persiapan atlet elit.