PEBULU tangkis ganda putri Malaysia, Pearly Tan, yang terpaksa melewatkan Piala Uber 2026 dipastikan segera mengakhiri masa absennya dan bersiap kembali beraksi di lapangan. Setelah terpaksa menepi selama hampir satu bulan akibat cedera punggung, rekan duet Thinaah Muralitharan ini menargetkan turnamen Malaysia Masters 2026 yang akan digelar pada 19-24 Mei mendatang sebagai panggung comeback-nya.
Pearly Tan sempat membuat publik khawatir setelah memutuskan mundur dari skuad Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark. Cedera punggungnya kembali kambuh saat berlaga di Kejuaraan Asia di Ningbo, China, bulan lalu.
Namun, dalam sesi latihan di Academy Badminton Malaysia, Bukit Kiara, Selasa 5 Mei 2026, pemain berusia 26 tahun ini membawa angin segar mengenai kondisinya. Ia memastikan saat ini dirinya sudah masuk dalam tahap pemulihan.
"Saya telah mendapatkan perawatan yang sangat baik selama tiga minggu terakhir dan fokus sepenuhnya pada pemulihan," ujar Pearly, mengutip dari media Malaysia, New Straits Times, Kamis (7/5/2026).
Pearly Tan menjelaskan cedera kali ini tidak separah yang dibayangkan banyak orang. Meskipun sempat mengalami cedera punggung serius tiga tahun lalu, kali ini hanya terjadi robekan otot dengan sedikit gangguan ligamen yang tidak memerlukan tindakan operasi.
"Sekarang rasa sakitnya sudah hilang dan kondisi saya terus membaik. Saat ini saya fokus meningkatkan performa secara bertahap," tambahnya.
Selain kesembuhan fisiknya, Pearly/Thinaah juga mendapatkan suntikan semangat di luar lapangan setelah resmi menjalin kemitraan komersial baru. Dukungan ini diharapkan menjadi modal tambahan bagi ganda putri peringkat 2 dunia tersebut untuk tampil maksimal di turnamen BWF World Tour Super 500 nanti.
Di sisi lain, selama masa absennya, Pearly mengaku terkesan dengan penampilan para juniornya di ajang Piala Uber. Ia memberikan pujian khusus kepada pasangan Low Zi Yu-Noraqilah Maisarah Ramdan yang secara mengejutkan mampu menumbangkan ganda peringkat 7 dunia asal Jepang, serta performa gigih Ong Xin Yee-Carmen Ting saat merepotkan pasangan nomor 1 dunia asal China.
"Saya senang melihat lebih banyak pasangan yang muncul karena memproduksi ganda putri yang berkualitas itu tidak mudah. Kompetisi yang sehat ini bagus untuk memacu semua orang melampaui batas kemampuan masing-masing," pungkas Pearly.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.