Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Perjalanan Hebat Tim Bulu Tangkis Korea Selatan, Hancurkan Kekuatan China di Final Piala Uber 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |00:01 WIB
Kisah Perjalanan Hebat Tim Bulu Tangkis Korea Selatan, Hancurkan Kekuatan China di Final Piala Uber 2026
Tim Bulu Tangkis Korea Selatan di Piala Uber 2026. (Foto: Instagram/a_sy_2225)
A
A
A

HORSENS – Panggung Forum Horsens menjadi saksi bisu kembalinya kejayaan bulu tangkis putri Korea Selatan usai menjuarai Piala Uber 2026. Melalui perjuangan dramatis dan semangat kesatuan yang luar biasa, tim Negeri Ginseng sukses merengkuh gelar Piala Uber untuk ketiga kalinya setelah menumbangkan raksasa China.

Kemenangan ini terasa spesial karena mereka berhasil menggagalkan misi China untuk mempertahankan mahkota juara. Termasuk menggagalkan upaya China mengawinkan gelar Piala Thomas 2026 yang diraih usai mengalahkan Prancis di final.

1. Keajaiban di Partai Penentu

Kemenangan emosional Korea Selatan dipastikan lewat penampilan heroik pasangan ganda putri Baek Ha Na dan Kim Hye Jeong. Turun di partai keempat yang krusial, mereka sempat tertinggal di gim pertama sebelum akhirnya bangkit dan menumbangkan pasangan peringkat 4 dunia, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dengan skor 16-21, 21-10, dan 21-13 dalam durasi 85 menit.

Baek Ha Na mengungkapkan kunci keberhasilan mereka bukan sekadar teknik, melainkan kekuatan mental dan rasa saling percaya.

"Kami terus saling menyemangati dan menanamkan pola pikir bahwa kami pasti bisa melakukannya. Memenangkan Uber Cup sangatlah sulit, dan meraihnya dengan seluruh anggota tim yang memiliki satu hati dan satu pikiran sangatlah bermakna," ujar Baek, melansir dari media Malaysia, New Straits Times, Selasa (5/5/2026).

Hasil Final Piala Uber 2026: Kalahkan China 3-1, Korea Selatan Juara!
Hasil Final Piala Uber 2026: Kalahkan China 3-1, Korea Selatan Juara!

Kim Hye Jeong menambahkan perubahan strategi di gim kedua menjadi titik balik. Dengan mengandalkan reli-reli panjang yang menjadi ciri khas permainan mereka, mereka berhasil memegang kendali hingga gim ketiga berakhir.

Di sisi lain, Jia Yi Fan mengakui tekanan besar di ajang beregu kali ini cukup membebani performa mereka di momen-momen penentu.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement