“Terima kasih para pemain, pelatih dan tim pendukung. Kekompakan dan kesolidan yang sangat terasa, saling dukung tidak pernah putus,” tuturnya.
Dalam pertandingan ini, Tim Merah-Putih unggul lebih dulu lewat Gregoria Mariska Tunjung yang berhasil mengalahkan Sim Yu Jin dengan skor 21-15 dan 21-13. Setelah itu, Korea Selatan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di partai kedua usai Baek Ha Na/Lee So Hee melibas Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan skor 21-6 dan 21-18.

Kemudian, Indonesia kembali memimpin lewat kemenangan Ester Nurumi Tri Wardoyo atas Kim Ga Ram dengan skor 20-22, 21-16 dan 21-12. Namun, lagi-lagi Negeri Gingseng menyamakan skor setelah Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto dikalahkan Jeong Na Eun/Kong Hee Yong dengan skor 15-21 dan 14-21.
Kemenangan Indonesia atas sang juara bertahan baru dipastikan pada partai terakhir. Dengan penampilan luar biasa yang ditampilkannya, Komang Ayu Cahya Dewi melakukan comeback cemerlang atas Kim Min Sun dengan skor 17-21, 21-16 dan 21-19.
Ricky pun menilai absennya tunggal nomor satu Korea Selatan, An Se Young, menjadi kesempatan emas bagi Gregoria Mariska untuk meraih kemenangan di partai pertama. Menurutnya, poin di partai pembuka itu wajib didapat untuk membuka harapan pada partai berikutnya.
“Untuk masuk semifinal tidak mudah lalu berhasil melewatinya. Lawan Korea, sebelumnya kami diskusi tentang susunan pemain ternyata andalan mereka An Se Young tidak turun. Ini harus dimanfaatkan oleh Gregoria, tidak boleh lepas,” jelas legenda ganda putra itu.