MARC Marquez disebut Giacomo Agostini tetap bisa membuat perbedaan meski fisiknya sedang bermasalah. Mentalitas yang dimiliki pembalap anyar Gresini Racing itu sungguh luar biasa.
Seperti diketahui, Marquez selalu diganggu oleh masalah cedera setelah mengalami kecelakaan parah di Jerez pada Juli 2020. Bahkan, dia harus melewati empat kali operasi pada lengan kanannya untuk bisa kembali pulih sepenuhnya.

Di samping itu, The Baby Alien juga menderita sejumlah cedera lainnya dalam beberapa musim terakhir, seperti gangguan diplopia pada matanya. Bahkan, di MotoGP 2023, Marquez menderita patah ibu jari, patah pergelangan kaki kanan, dan patah tulang rusuk.
Sejumlah masalah itu menghalanginya meraih gelar juara lagi di MotoGP sejak 2019. Marquez juga sudah dua tahun lebih tak memenangkan balapan sejak naik podium pertama di Misano pada 2021.
Kendati demikian, Agostini yakin cedera-cedera tersebut tak pernah merubah mentalitas Marquez sebagai soerang pembalap. Dia selalu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan mengambil risiko untuk bisa membawa pulang hasil dari setiap balapannya.
“Meski Marquez punya banyak masalah fisik, saya tetap yakin bahwa hal itu tidak berdampak pada Marc sebagai pembalap," papar Agostini, dikutip dari Motosan, Senin (8/1/2023).
"Bahkan ketika dia belum berada dalam kondisi terbaiknya, dia tidak pernah menahan diri dan terus mengambil risiko untuk mendapatkan hasil," sambung pria asal Italia itu.
“Kami melihatnya tahun lalu di Honda, pembalap (Honda) lainnya berjuang di posisi terakhir, sementara dia selalu membuat perbedaan,” tandas Agostini.

Faktanya, Marquez memang sangat ngotot dan memaksakan diri untuk bisa bersaing di papan atas pada MotoGP 2023 meski motor Honda RC213V-nya tak punya kemampuan untuk itu. Alhasil, sebagai risikonya, dia sering kali terjatuh dan bahkan gagal finis dalam sembilan balapan.
Kendati demikian, rider berusia 30 tahun tersebut tetap menjadi pembalap Honda yang finis paling tinggi di MotoGP 2023 yakni di peringkat 14 dengan 96 poin. Sementara rekan-rekan Honda-nya, Takaaki Nakagami, Alex Rins, dan Joan Mir, masing-masing hanya finis di urutan 18, 19, dan 22.
(Wikanto Arungbudoyo)