Menjadi pemain tim Singapura, untuk Marcus harus memotivasi diri sendiri, dan menggunakan apa yang ada. Menurutnya tim tidak punya banyak waktu karena bukan pro-player, ketika bersama tim harus berlatih dengan tim, tidak bisa berlatih individu, dan tidak lupa membagi waktu dengan keseharian lainnya.
“Softball memiliki keadaan yang unik saat mengejar skor, ketika saat-saat penting terjadi, mental tidak boleh jatuh. Terutama bagi pitcher, menang atau kalah, ada di tangan pitcher," kata Marcus.

Bermain dan berlatih bersama tim Indonesia, Marcus berharap Liga Softball Indonesia dapat terus diadakan ke depannya. Ia juga menantikan kembali Indonesia sebagai rival Singapura di kancah pertandingan Internasional.
(Wikanto Arungbudoyo)