MARI membahas bagaimana dan kapan pembalap MotoGP harus memutuskan menyalip lawan. Tentu, setiap ajang balapan motor, menyalip adalah hal yang harus dilakukan demi finis di posisi terdepan.
Hal ini juga tentunya berlaku di ajang balapan motor terelite, yakni MotoGP. Pada dasarnya, menyalip bukanlah hal yang mudah, sebab perlu perhitungan.
Pembalap yang bersaing biasanya saling mengenal gaya balap satu sama lain. Sering kali, setelah membuntuti di belakang pembalap lain dan mengamati mereka selama sesi latihan atau kualifikasi sebelum balapan.
Pada sesi tersebut, para pembalap akan mengamati dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembalap lain.
Jika dalam balapan, pembalap bisa tetap berada di belakang pembalap lain selama beberapa putaran. Idealnya para pembalap harus mengidentifikasi situasi yang bisa menjadi peluang.
Seperti, seberapa cepat mereka melakukan pengereman saat akan masuk tikungan, atau apakah pembalap di depannya melebar saat masuk ke tikungan.
Tanda-tanda tersebut dapat membantu pembalap melihat di bagian sirkuit mana dia bisa menyalip dan melakukan manuver guna bisa melaju dengan cepat.
Namun gaya balap tidak selalu bisa menjadi andalan, para pembalap harus bisa cepat beradaptasi dengan sirkuit secara detail.

Mempelajari karakter sirkuit dapat membantu dengan sedikit tambahan informasi yang mereka butuhkan untuk mengungguli para pembalap lain.
Dalam situasi menekan pembalap di depan atau bersiap untuk menyalip, butuh kesabaran, menjaga ritme stabil agar dapat segera menyalip pembalap di depannya.
Setelah sukses menyalip motor yang di depan, pembalap yang mendapat manfaat dari slipstream akan melaju lebih cepat dari biasanya.
Begitulah kira-kira penjelasan bagaimana dan kapan pembalap MotoGP harus memutuskan menyalip lawan.
(Reinaldy Darius)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.