PERINGKAT ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, di ranking BWF kemungkinan tergeser. Mendapati kondisi ini, Pramudya pun bereaksi. Dia mengaku hanya bisa pasrah.
Ya, duet Pramudya/Yeremia memang harus menutup rangkaian turnamen tahun ini lebih cepat. Hal tersebut dikarenakan Yeremia sedang menjalani pemulihan pascacedera. Adapun turnamen terakhir yang mereka mainkan, yaitu Indonesia Open 2022 pada Juni.

Kondisi tersebut jelas akan berpengaruh pada peringkat dunia yang saat ini dihuni oleh Pramudya/Yeremia. Sebab saat ini, Pramudya/Yeremia yang sedang menghuni ranking 12 dunia.
Juara Asia 2022 itu pun sudah mengoleksi 64.197 poin di ranking BWF. Namun kemungkinan, posisinya akan tergeser oleh pasangan lain lantaran tampil di rangkaian turnamen yang ada.
Pramudya/Yeremia bisa saja digeser oleh Ben Lane/Sean Vendy asal Inggris yang berada di posisi 13 dengan koleksi 60.708. Tidak menutup kemungkinan juga, mereka akan disalip oleh rekan senegaranya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang berada di peringkat 14 (60.307 poin) dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri (58.212 poin).
Menanggapi situasi tersebut, Pramudya menerimanya dengan realistis. Pemain berusia 21 tahun ini menerima keadaan karena nyatanya memang tidak bisa tampil dalam turnamen yang ada guna mendongkrak posisinya bersama Yeremia.
“Realistis saja pasti kekejar, karena mereka tanding, kita enggak. Jadi, ya mau gimana lagi,” ujar Pramudya sambil tertawa ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (26/10/2022).
Terlepas dari hal itu, Pramudya juga mengomentari performa ganda putra yang apik di turnamen Eropa, khususnya di Denmark Open 2022. Di ajang itu, tercipta all Indonesian final.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil keluar sebagai juara usai kalahkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Menanggapi hal itu, Pramudya mengaku turut senang. Hal tersebut juga sekaligus membuatnya semakin termotivasi untuk bisa mendulang prestasi.

“Melihatnya tentu sangat baik dan ikut bersukacita ya. Dan juga itu membuat saya lebih termotivasi untuk bisa seperti senior-senior saya yang berhasil,” jelas Pramudya.
Sementara itu, Pramudya baru saja mencatat hasil manis bersama duet sementaranya, yaitu Rahmat Hidayat. Pramudya/Rahmat berhasil menyabet dua gelar juara beruntun pada turnamen yang digelar di Malang.
Gelar juara pertama yang diraih adalah Indonesia International Challenge (11-16 Oktober). Kemudian, mereka kembali berjaya di Indonesia Masters Super 100 2022 (18-23 Oktober).
(Djanti Virantika)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.