Share

Ingin Terus Bersaing Perebutkan Gelar MotoGP 2022, Aleix Espargaro Berharap Aprilia Tak Blunder Lagi

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 01 Oktober 2022 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 38 2678213 ingin-terus-bersaing-perebutkan-gelar-motogp-2022-aleix-espargaro-berharap-aprilia-tak-blunder-lagi-yfUDiNgD5M.jpg Pembalap Tim Aprilia Racing, Aleix Espargaro. (Foto: MotoGP)

BURIRAM – Pembalap Tim Aprilia Racing, Aleix Espargaro, merasa peluangnya meraih gelar juara MotoGP 2022 masih terbuka lebar. Untuk itulah Espargaro akan berusaha keras tampil maksimal di empat balapan tersisa dan berharap Aprilia tak mengulangi blunder seperti yang terjadi di MotoGP Jepang 2022 akhir pekan lalu.

Pada MotoGP Jepang 2022, Espargaro yang seharusnya start dari posisi keenam di Sirkuit Motegi. Namun, ternyata ia mengalami kendala elektronik seusai pemanasan lap ketika motornya macet di mode "eco" karena mekanik Aprilia lupa mematikan mode "engine mapping" yang menghemat bahan bakar itu.

Dengan motor yang tak dapat melaju kencang, Espargaro harus kembali ke garasi, berganti ke motor cadangan, dan start dari jalur pit.

Aleix Espargaro

Pada akhirnya Espargaro finis di peringkat ke-16 atau berada di luar zona poin karena motor keduanya tidak dilengkapi ban yang pas dengan kondisi trek. Sedangkan pemuncak klasemen, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) hanya mampu finis urutan kedeapan, dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) justru terjatuh di lap akhir.

"Saya marah setelah balapan itu, bukan hanya karena kesalahan itu tapi bagaimana balapan itu berjalan," kata Espargaro dalam sesi jumpa pers menjelang Grand Prix Thailand di Buriram, mengutip daro ANTARA, Sabtu (1/10/2022).

"Sangat aneh karena pebalap peringkat satu dan kedua dalam klasemen hanya bertarung untuk posisi kedelapan. Fabio dan Pecco sangat cepat di setiap sirkuit dan cukup mengejutkan melihat mereka bertarung untuk posisi delapan. Itu kesempatan yang baik untuk meraup sejumlah poin," kata Espargaro dalam keterangan resmi MotoGP.

Di Tokyo, Espargaro telah berbicara kepada timnya dan memastikan kesalahan di Motegi tidak akan terulang lagi.

"Kami menggunakan kesalahan itu untuk menganalisis semuanya, mencoba untuk tidak membuat kesalahan, mencoba memperbaiki prosedur dan melihat di mana kami bisa lebih baik,” sambung Espargaro.

"Masalah itu tidak terlihat sesederhana itu, jadi semua tim saya sangat kecewa dan saya mencoba mengatakan kepada mereka, 'itu kesalahan manusia, bisa terjadi kapan saja, dan ini adalah balapan,' jadi saya sudah melupakan itu dan sangat positif untuk akhir pekan selanjutnya,” tambahnya.

Berjarak 25 poin dari Quartararo dan tujuh poin dari Bagnaia, Espargaro memandang perebutan gelar juara dunia masih terbuka lebar dengan empat balapan tersisa.

Aleix Espargaro

"Tapi, 25 poin tidak banyak. Level MotoGP saat ini sangat tinggi. Di masa lalu, pemuncak klasemen saat menjalani hari yang buruk, bisa finis kedua, ketiga atau keempat,” lanjut Espargaro.

"Sekarang, apabila Anda mendapat hari buruk, Anda bisa finis di luar 10 besar. Jadi, semuanya masih terbuka dan saya masih yakin dengan opsi yang saya miliki," tutupnya.

Nonton semua seri balapan MotoGP 2022 kapan saja dan di mana saja live di Vision+, cek di sini. Download Vision+ sekarang di Google Play Store atau App Store.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini