Share

Jelang BWF World Championship 2022: Tembus 7 Final Usai Terpuruk di Awal 2022, Fajar/Rian Ungkap Rahasianya

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2022 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 40 2648258 jelang-bwf-world-championship-2022-tembus-7-final-usai-terpuruk-di-awal-2022-fajar-rian-ungkap-rahasianya-J9jR0RHP6O.jpg Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto: PBSI)

USAI terpuruk pada awal 2022, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses tembus tujuh final. Mereka pun membeberkan rahasianya.

Ya, Fajri -sebutan Fajar/Rian- mengawali 2022 dengan tersingkir di babak 16 besar German Open usai kalah dari pasangan China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

Lebih mengejutkan lagi, Fajar/Rian gugur di fase 32 besar All England setelah takluk di tangan junior mereka, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dengan skor 16-21 dan 20-22.

Namun, setelah itu pasangan ranking lima dunia tersebut mampu bangkit dengan menyabet gelar juara Swiss Open 2022. Mereka mengalahkan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di partai final dengan skor 21-18 dan 21-19.

Gelar juara turnamen Super 300 itu pun seakan menjadi pemantik semangat Fajar/Rian. Sebab, selepas itu mereka mampu masuk ke enam final lainnya, yakni di Korea Open 2022, Thailand Open 2022, Indonesia Masters 2022, Malaysia Open 2022, Malaysia Masters 2022 dan Singapore Open 2022.

Dari enam final tersebut, Fajar/Rian sukses menjadi juara di Indonesia Masters 2022 dan Malaysia Masters 2022. Sementara sisanya berakhir dengan kekalahan sehingga mereka harus puas dengan menjadi runner-up.

Menjelang BWF World Championship 2022 bergulir, Fajri pun mengungkapkan rahasia kebangkitan performa mereka usai terpuruk di awal tahun ini. Fajar mengatakan bahwa itu bisa terjadi karena mereka termotivasi untuk tidak kalah bersaing dengan ganda putra Indonesia lainnya dan juga fokus untuk menjalani laga satu per satu.

“Menurut saya pribadi dari hasil kurang baik di awal tahun menjadikan kita termotivasi lebih karena khususnya di ganda putra Indonesia kita bersaing dengan enam pasang, bahkan tujuh pasang karena ada Sabar/Reza di luar Pelatnas, yang ingin bersaing untuk mendapatkan kuota terbaik di Indonesia,” kata Fajar dalam konferensi pers virtual, Senin (15/8/2022).

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto

“Jadi, pada saat kita kalah di All England 2022 itu kita ubah pola pikirnya. Maksudnya, dalam arti begini, bagaimana caranya kita bermain lebih baik di setiap matchnya, jadi jangan terlalu berpikir dengan target yang jauh,” imbuhnya.

“Menurut saya itu yang lebih penting karena penampilan konsisten kita sampai bisa masuk tujuh final itu karena kita tidak memikirkan yang jauh-jauh, tetapi bagaimana caranya kita bermain baik untuk di pertandingan besok,” tuturnya.

Hal yang sama terlontar dari mulut Rian. Pemain berusia 26 tahun itu menambahkan bahwa mereka sangat fokus menjalani laga demi laga dan menikmati pertandingan. Sehingga permainan mereka tidak berantakan.

“Yang terpenting itu kita berusaha lebih keras lagi karena ganda putra ini paling banyak saingannya dari Indonesia, belum lagi saingan dari luar negeri, jadi harus benar-benar fokus di setiap pertandingannya. Kita enggak mau berpikir yang jauh-jauh dulu, yang penting kita bisa mengontrol permainan, tidak terburu-buru ingin menang dan menggebu-gebu untuk menyelesaikan pertandingan,” ujar Rian.

“Yang penting enjoy dan bisa mengeluarkan semua kemampuan terbaik kita,” imbuhnya.

Sebagai informasi, ini adalah kali ketiga juara Indonesia Masters 2022 itu mentas di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Prestasi terbaik mereka adalah pada edisi 2019 lalu ketika sukses membawa pulang medali perunggu usai dikalahkan sang senior, The Daddies -julukan Ahsan/Hendra- di semifinal. (dji)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini