Menanggapi keberhasilan itu, Apriyani/Fadia mengatakan rahasia adaptasi yang cepat adalah melalui komunikasi. Selain itu, Apriyani mengatakan faktor saling percaya juga menjadi kunci adaptasi.
"Mungkin dengan komunikasi (kuncinya). Itu yang membuat kita terbangun secara cepat dari awal," aku Apriyani.

"Karena kita sama-sama tahu ada potensi, itu yang membuat kita semakin menyatu karena saling percaya," tambahnya.
Senada dengan Apriyani, Fadia mengatakan kesuksesan adaptasinya dengan peraih emas Olimpiade 2020 itu tak terlepas dari komunikasi. Pemain 21 tahun itu mengatakan senang dipasangkan bersama Apriyani.
"Pasti sangat senang berpasangan dengan juara Olimpiade. Tapi, kita balik lagi dari nol. Satu sama lain ada yang kurang dan ada yang lebih," ujar Fadia.
"Kalau di lapangan aku menghargai kak Apri sebagai senior. Malah, aku yang ikut termotivasi," ucapnya.
Untuk diketahui, di laga Semifinal Indonesia Masters 2022, Apriyani/Fadia bakal bersua ganda Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Menurut jadwal yang ada, mereka akan bertanding seusai laga ganda campuran antara Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) vs Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran (Thailand).
(Hakiki Tertiari )