BELGRADE – Petenis Rusia dan Belarusia dilarang tampil di Wimbledon 2022. Keputusan itu pun menuai kecaman dari petenis asal Serbia, Novak Djokovic. Dia menganggap keputusan tersebut tidak baik.
Sebagaimana diketahui, para petenis Rusia dan Belarusia sejauh ini diizinkan untuk terus bermain di kompetisi ATP, WTA, dan ITF meski perang antara Rusia dan Ukraina masih terus bergejolak. Akan tetapi, mereka berstatus netral alias tidak membawa nama negara dan lagu kebangsaan masing-masing.

Meski begitu, pihak All England Club dan LTA, yang merupakan penyelenggara Wimbledon, menerapkan larangan bermain kepada para petenis Rusia dan Belarusia. Keputusan itu pun menjadi sorotan banyak pihak.
Djokovic mengaku tak terima dengan keputusan tersebut. Dia merasa tidak seharusnya keputusan politis ikut campur dalam ajang olahraga, seperti Wimbledon 2022.
“Saya tidak bisa mendukung keputusan Wimbledon. Saya pikir keputusan itu gila. Ketika politik mencampuri olahraga, hasilnya tidak bagus,” kata Djokovic, dikutip dari Sky Sports, Kamis (21/4/2022).
Kendati demikian, bukan berarti Djokovic mendukung Rusia. Sebab, dia sendiri korban perang saat Yugoslavia berperang yang berujung lahirnya Serbia dan Montenegro.
“Saya selalu mengutuk perang dan tidak akan mendukungnya. Sebab, saya pernah merasakan dampaknya. Saya tahu betul trauma emosional yang diakibatkan. Di Serbia, kami semua tahu apa yang terjadi pada 1999,” ujarnya.
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.