LESMO – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo mengaku selalu memiliki kepribadian yang berbeda ketika sudah berada di atas motor. Ia merasa selayaknya pembunuh yang takkan rela dikalahkan orang lain dan berkat insting tersebut rider asal Prancis itu berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2021.
Kepribadian Quartararo itu lantas mendapatkan pujian dari manajernya dari tim Yamaha, Eric Mahe yang mengatakan El Diablo yang tidak mencari musuh untuk unggul dalam balapannya. Hal ini merupakan kebalikan dari legenda di Yamaha Valentino Rossi yang terkenal dengan rivalitasnya dengan para rider.
Tahun 2021 akan segera berakhir dan akan selamanya ditandai dalam pria berusia 22 tahunitu sebagai gelar tertinggi. Pemain asal Prancis itu pun sudah memberi isyarat tak ingin berhenti sampai di situ. Dia secara sah ingin meningkatkan rekornya, dengan atau tanpa Yamaha.
Baca JugaL Periskop 2022: Bukan Marc Marquez, Ini 5 Pembalap Calon Kuat Juara MotoGP 2022

Meski memiliki karakter seperti itu di luar lintasan, Quartararo memiliki kepribadian berbeda jika di atas motor. Pada titik tertentu, Quartaro mengaku akan mengubah “wajahnya” bila dalam kondisi balapan.
“Saya mengubah kepribadian saya ketika saya naik motor,” ucap Quartararo dalam sebuah wawancara yang ditemukan oleh Le Figaro dikutip laman Paddock-Gp, Sabtu (1/1/2022).
“Anda tidak dapat memulai balapan dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda adalah orang yang baik. Ketika saya naik motor saya menjadi seorang pembunuh. Tanpa itu, Anda tidak bisa menjadi juara dunia,” lanjutnya