Share

Banyak Pembalap Tampil Nekat saat Balapan, Casey Stoner Soroti Keamanan Sirkuit

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2021 00:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 38 2520089 banyak-pembalap-tampil-nekat-saat-balapan-casey-stoner-soroti-keamanan-sirkuit-o2suCzKNgH.jpg Valentino Rossi dan Casey Stoner. (Foto: Reuters)

SOUTHPORT – Juara dua kali MotoGP, Casey Stoner, menyoroti keamanan sirkuit. Pasalnya, dia menilai sekarang banyak pembalap yang tak memikirkan nyawa rival mereka ketika balapan.

Sebagaimana diketahui, pada 2021 ini, ada tiga nyawa pembalap muda yang melayang yang masing-masing berkompetisi di ajang Moto3, European Talent Cup, dan WorldSSP. Mereka ialah Jason Dupasquier, Hugo Millan, dan Dean Berta Vinales. Ketiga pembalap itu sama-sama tewas setelah ditabrak oleh rider lain dari arah belakang.

Jason Dupasquier

Lalu, insiden tabrakan yang sangat berbahaya juga terjadi pada balapan Moto3 di Austin. Saat itu, Deniz Oncu dengan nekat memotong jalur Jeremy Alcoba di tikungan 11.

Setelah itu, Oncu terus melaju, tetapi Alcoba, Pedro Acosta, dan Andrea Migno terjatuh dengan keras. Beruntung, mereka tidak mengalami cedera, namun Oncu dihukum tidak berkompetisi dalam dua balapan.

BACA JUGA: Tak Segacor Valentino Rossi hingga Quartararo, Ini Penyebab Vinales Tak Bisa Kembangkan Bakatnya di Yamaha

Sontak, insiden itu membuat para pembalap senior MotoGP geram dengan para pembalap Moto3 maupun FIM Stewards. Sebab, kecelakaan seperti itu sudah sering terjadi, tetaapi para pembalap Moto3 tetap tampil sangat nekat.

BACA JUGA: Marc Marquez Cedera Lagi, Kevin Schwantz: Dia Bakal Kesulitan Bersaing

FIM Stewards selaku pihak yang mengawasi pun dinilai hanya memberikan hukuman yang tidak konsisten. Untuk itu, Stoner berpendapat bahwa para pembalap Moto3 yang umumnya masih berusia belia harus mendapat bimbingan lebih banyak dari FIM Stewards.

"Rider muda butuh bantuan lebih besar dari Race Direction (FIM Stewards). Harus ada keputusan yang lebih jelas dan tegas soal cara berkendara dan hal-hal sejenis. Pasalnya, tadinya tak ada masalah macam ini selama bertahun-tahun, dan kini malah ada celah," kata Stoner dilansir dari Crash, Selasa (21/12/2021).

Lebih lanjut, pria asal Australia itu mengatakan bahwa kenekatan yang dimiliki para pembalap saat ini disebabkan oleh area run off dipinggir trek yang kini hanya di cat hijau saja. Menurutnya, dulu ketika masih dibatasi oleh rumput, para pembalap lebih khawatir jika rival mereka mengalami kecelakaan parah jika keluar dari trek.

"Tak ada lagi yang namanya tepi trek. Ini terus-terusan terjadi, dan trek hanya dibatasi cat hijau. Ini tak menyelesaikan masalah. Kini para rider tak lagi takut. Sebelumnya ada rumput yang bikin semua rider berhati-hati. Kini mereka berpikir, 'aku akan coba menyerangnya dan aku tak peduli, toh dia akan keluar trek dan ada area run off yang lebar'," jelas pria berusia 36 tahun itu.

Casey Stoner

Kemudian, Stoner memberikan sindiran pada pembalap senior, tanpa menyebutkan namanya. Menurutnya, masih ada pembalap senior yang juga sering melakukan aksi berbahaya yang bisa membahayakan nyawa lawannya.

"Saya rasa semua orang harus belajar lebih saling menghormati. Saya tak yakin ini hanya ulah rider muda. Saya juga lihat banyak rider yang sudah dewasa dan lebih berpengalaman masih suka melakukan hal semacam itu," ujar satu-satunya pembalap yang juara bersama Ducati itu.

"Ini semua berakar pada hukuman yang tidak tegas. Tapi menurut saya hal terburuk yang terjadi pada balap motor adalah makin lebarnya area run off. Tak ada tepi trek. Tak ada batasan. Jadi sulit menjaga semua orang tetap di dalam trek," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini