Share

Gagal ke Final Indonesia Open 2021, Jonatan Christie Sudah Berikan Segalanya saat Lawan Viktor Axelsen

Bagas Abdiel, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 28 40 2508465 gagal-ke-final-indonesia-open-2021-jonatan-christie-sudah-berikan-segalanya-saat-lawan-viktor-axelsen-2kBZjDSDE2.jpg Jonatan Christie sudah tampil maksimal di semifinal Indonesia Open 2021 (Foto: Badminton Photo)

NUSA DUA – Tunggal putra Tanah Air, Jonatan Christie, gugur di semifinal Indonesia Open 2021 usai kalah dari Viktor Axelsen (Denmark). Dia mengaku sudah tampil maksimal dalam pertandingan itu.

Meski kecewa, Jonatan sudah memberikan segalanya saat besua Axelsen. Sayangnya, ada bebeberapa catatan untuknya karena strategi yang sudah direncanakan tidak berjalan mulus.

Jonatan Christie (Foto: Badminton Photo)

“Pertama puji Tuhan. Hasilnya sudah yang terbaik dan maksimal. Saya sudah melakukan sebisa saya, saya sudah melakukan semuanya. Tetapi, memang ada beberapa catatan yang harus saya perbaiki dan akan saya diskusikan dengan pelatih,” ungkap Jonatan kepada awak media di Bali International Convention Centre, Minggu (28/11/2021).

Jonatan sendiri memiliki strategi untuk membuat Axelsen banyak berlari dan memainkan permainan rally. Akan tetapi, pemain berusia 24 tahun itu malah kurang sabar ketika menghadapi permainan Axelsen.

BACA JUGA: Hasil Lengkap Semifinal Indonesia Open 2021: Marcus Gideon/Kevin Sanjaya dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu Kompak ke Final

Pukulan Jonatan justru menjadi bumerang karena ia tidak tampil konsisten. Alih-alih berusaha untuk memperpanjang laga, pukulannya justru mengambang dan menguntungkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.

“Beberapa kali strateginya sudah tepat karena memang pola main lawan Viktor memang harus dibuat lari. Karena, dia jangkauannya sangat panjang ketika saya bermain banyak menyerang, itu akan menjadi bumerang buat saya sendiri karena dia cuma satu langkah ke kiri kanan. Jadi saya sebisa mungkin tarik dia bagaimana caranya, dan saya bersiap defend dulu,” imbuhnya.

“Tapi, ya, itu catatannya ketika konsistensinya itu. Saya sudah tahu, sudah benar penerapannya, tetapi di pukulan 10 ke atas, saya pukulannya agak ngambang, beberapa kali dia enak dengan mudah nyerangnya. Padahal, kalau saya fokus dengan konsistensi pukulan saya, ngga perlu mematikan tetapi cukup di belakang, dia pun enggak gampang nyerang saya,” sambungnya.

Jojo –sapaan akrab Jonatan– pun menyesal karena gagal memanfaatkan kesempatan yang ada ketika fisik Axelsen mulai menurun. Bahkan, ia sudah mencoba untuk bangkit, tetapi gagal.

Jonatan Christie (Foto: MPI/Bagas Abdiel)

“Ya, itu beberapa hal yang memang harus saya perbaiki, tetapi tadi sebenarnya saya sudah lihat dia cukup capek dan di mata saya hampir mau kram juga gitu karena beberapa kali dia goyang-goyang kakinya,” lanjut Jonatan.

“Saya sudah mencoba untuk bangkit paksa momentumnya. Tapi, itu dia dengan pengalamannya, juga trus tadi beberapa pukulan yang tadi agak ngambang, jadi beberapa kali dengan mudah didapat oleh Viktor,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini