Share

Gelar Tiga Turnamen Bulu Tangkis Dunia di Bali, Panitia Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 40 2493731 gelar-tiga-turnamen-bulu-tangkis-dunia-di-bali-panitia-terapkan-protokol-kesehatan-yang-ketat-uVnaDHa70P.jpg Ilustrasi bulutangkis. (Foto: Istimewa)

DENPASAR – Indonesia akan menjadi tuan rumah tiga turnamen besar secara beruntun di Bali. Turnamen bulutangkis dunia yang akan berlangsung sedari pertengahan November sampai awal Desember 2021 itu pun dipastikan akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang amat ketat.

Ketiga turnamen yang dimaksud adalah Indonesia Masters 2021, Indonesia Open 2021 dan BWF World Tour Finals 2021. Semua ajang tersebut akan berlansung di Bali International Convention Center Westin Resort Hotel, Nusa Dua.

Demi menjaga keamanan, kesehatan dan kenyamanan pada atlet yang akan berlaga nanti, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai pihak penyelenggara akan menerapkan sistem bubble. Hal itu dikatakan langsung oleh Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman, dalam konferensi pers virtual yang juga dihadiri oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Baca Juga: 32 Wakil Pelatnas PBSI Didaftarkan ke Indonesia Masters 2021

Logo PBSI

“Kita akan tetap menerapkan penyelenggaraan turnamen ini dengan sistem bubble supaya kita bisa sukses menggelar ajang ini sambil tetap menjaga kesehatan,” kata Agung dalam konferensi pers virtual, Jumat (29/10/2021).

“Kemudian, peliputan juga ada, tetapi ada aturan publikasi yang diberlakukan karena ini adalah ajang yang sangat besar tapi tentu juga dilakukan dalam protokol kesehatan yang ketat,” imbuhnya.

Dalam aturan yang dijelaskan Agung dalam acara tersebut, sistem bubble itu mengharuskan semua kontingen yang berpartisipasi untuk melakukan lima hari karantina di tempat yang sudah disediakan setelah tiba di Bali. Lalu, area bubble itu akan terpusat di satu tempat dan semua orang yang sedang menjalani karantina tidak boleh keluar dari area tersebut.

Karena itu, semua fasilitas yang dibutuhkan para atlet maupun tim ofisial akan disediakan di area bubble tersebut. Lalu, jumlah perwakilan dari setiap negara juga akan dibatasi namun tidak dijelaskan secara rinci.

Sebelum itu, perwakilan dari masing-masing negara wajib membawa tes PCR negatif yang dilakukan 72 jam sebelum terbang ke Indonesia agar bisa masuk ke Bumi Pertiwi. Tak ketinggalan, sertifikat vaksin covid-19 harus dibawa semua kontingen dan juga wajib memasang aplikasi Peduli Lindungi.

Kemudian, selama turnamen berlangsung para atlet dan ofisial juga akan menjalani tes PCR yang telah dijadwalkan yang hasilnya dapat diketahui 3-6 jam setelah sampel diambil. Mereka akan di tes PCR satu kali sesampainya di Bali dan satu kali lagi empat hari setelah kedatangan. Lalu, mereka akan di tes sebanyak dua kali saat kejuaraan berlangsung dan satu kali lagi ketika akan pulang ke negara masing-masing.

Selanjutnya, selama tiga kejuaraan tersebut berjalan tidak ada penonton yang diperbolehkan untuk menyaksikan langsung para jagoan mereka berlaga di venue. Kemudian, PBSI hanya memperbolehkan 50% kehadiran dari total kapasitas venue yang terdiri dari perwakilan masing-masing negara, pihak penyelenggara dan sponsor. Lalu, mereka semua wajib menunjukkan hasil tes negatif untuk bisa masuk ke arena pertandingan.

Untuk masalah peliputan, hanya media yang telah mendapatkan izin resmi dari PBSI yang bisa meliput ketiga ajang tersebut. Hal itu dimaksudkan agar memaksimalkan kapasitas venue untuk para atlet, ofisial dan juga panitia.

Agung mengatakan bahwa semua aturan yang telah disebutkan di atas adalah hasil kesepakatan dari semua ahli yang terlibat. Mereka adalah orang-orang yang sudah punya pengalaman dalam menanggulangi covid-19.

“Perencanaan kita adalah hasil dari kesepakatan ahli-ahli dan juga orang-orang yang sudah punya pengalaman untuk mengatasi covid. Jadi mereka semua sudah berpengalaman dan dinilai berhasil,” pungkas Agung.

Menarik tentunya melihat ketiga turnamen besar itu akan berlangsung di satu kawasan yang sama. Untuk mengetahu jadwal lebih lengkapnya, Indonesia Masters 2021 akan berlangsung pada 16-21 November dan diikuti oleh Indonesia Open 2021 pada 23-28 November mendatang.

Kemudian sebagai penutup turnamen beruntun itu, BWF World Tour Finals 2021 akan menjadi gong akhir dalam perjuangan para pebulu tangkis dunia di Pulau Dewata, tepatnya pada 1-5 Desember 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini