Soal Pisah dengan Maverick Vinales, Ini Cerita Versi Yamaha

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 38 2464141 soal-pisah-dengan-maverick-vinales-ini-cerita-versi-yamaha-C6yAsTASnC.jpg Berpisah dengan Maverick Vinales, ini cerita versi Yamaha (Foto: MotoGP)

LESMO Monster Energy Yamaha berpisah dengan Maverick Vinales di pertengahan musim 2021. Perpisahan ini lebih cepat ketimbang kesepakatan awal, yaitu pada akhir musim.

Sempat bungkam, akhirnya pihak Yamaha membeberkan cerita yang terjadi antara kedua belah pihak. Direktur Yamaha, Lin Jarvis, mengaku kecewa karena harus berpisah lebih cepat dengan Vinales.

Maverick Vinales (Foto MotoGP)

“Tentu saja, sangat disayangkan kemitraan kami dengan Maverick (Vinales) harus selesai lebih awal, dan tidak selesai dengan cara yang positif. Kami memulai dengan jelas lima tahun lalu, niat kami untuk datang dan mencapai misi bersama untuk menjadi juara,” kata Jarvis, dilansir dari Speed Cafe, Rabu (1/9/2021).

BACA JUGA: Unggah Video RS-GP, Vinales Tak Sabar Segera Bela Tim Aprilia

“Itu tidak berhasil, kemudia saya akan mengatakan perpisahan terakhir terjadi dalam dua fase, karena di Assen kami telah sepakat untuk mengakhiri satu tahun lebih cepat dari jadwal,” imbuhnya.

Sebelumnya, Yamaha telah memutuskan untuk berpisah dengan Top Gun –julukan Vinales- pada akhir musim ini. Akan tetapi, tingkah buruk Vinales dalam balapan MotoGP Styria 2021 membuatnya menerima skors satu seri dan berakhir dengan pemecatan.

Jarvis menjelaskan, bahwa keputusan yang diumumkan di Assen pada akhir Juni lalu adalah kesepakatan bersama. Dia tahu Vinales sudah tidak betah bersama Yamaha dan dia juga tidak ingin menahan seseorang yang ingin pergi dari timnya.

“Ini adalah kesepakatan bersama. Pembalap tidak senang dengan situasinya di Yamaha dan dia ingin pindah, jadi kami mengerti dan kami tidak pernah ingin mempertahankan seseorang di tim dalam hubungan yang tidak bahagia,” ujar petinggi Yamaha itu.

Lin Jarvis (Foto: Istimewa)

“Jadi, kami menerima pada tahap itu dan berkata, 'Oke, demi kepentingan kedua belah pihak untuk berpisah, tetapi mari kita lakukan secara profesional, mari kita lakukan dengan baik, mari selesaikan musim ini,' karena untuk berpisah di pertengahan musim bukanlah hal yang baik,” tambahnya.

“Itu adalah niat yang jelas dari Yamaha dan Maverick di Assen. Akan tetapi, setelah liburan musim panas, tentu saja kami kembali ke balapan pertama di Styria dan kemudian semuanya berubah, jadi apa yang terjadi di sana luar biasa. Kemudian setelah MotoGP Austria, berakhir di kesimpulan bahwa sayangnya kita harus berpisah,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini