Tatap Olimpiade Paris 2024, KOI Bertekad Perbaiki Prestasi Indonesia

Antara, Jurnalis · Selasa 17 Agustus 2021 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 43 2456952 tatap-olimpiade-paris-2024-koi-bertekad-perbaiki-prestasi-indonesia-9aU0YzCxrp.jpg KOI ingin perbaiki prestasi Indonesia di Olimpiade Paris 2024. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) punya tekad besar di Olimpiade Paris 2024. Mereka bertekad bekerja ekstra keras demi memperbaiki prestasi Indonesia dalam Olimpiade Paris 2024. Hal ini dilakukan guna mewujudkan misi “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” di sektor olahraga.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, di Jakarta, Selasa (17/8/2021), mengatakan Indonesia sebagai negara peringkat keempat dengan populasi terbanyak di dunia harus mampu bersaing mencatatkan prestasi olahraga di kancah internasional. Indonesia harus bisa mencontoh China dan Amerika Serikat yang sudah membuktikan diri bisa kompetitif di ajang Olimpiade.

Raja Sapta Oktohari

Pria yang karib disapa Okto itu mengakui bahwa Indonesia tertinggal cukup jauh untuk bisa mengejar dua negara tersebut. Namun menurutnya, desain olahraga nasional saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk memastikan para atlet dapat bersaing dengan negara-negara papan atas olahraga dunia.

BACA JUGA: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Prediksi Anthony Ginting atau Jonatan Christie Sabet Emas di Olimpiade Paris 2024

“Ini bukan akhir karena cita-cita Indonesia masih sangat besar dan ketertinggalan masih cukup jauh. NOC Indonesia ingin mewujudkan ambisi dan harapan untuk membangun prestasi olahraga lebih baik lagi dan kami punya waktu tiga tahun untuk merealisasikannya di Olimpiade Paris,” katanya dalam keterangan tertulis.

BACA JUGA: Demi Olimpiade Paris 2024, Atlet BMX Indonesia TC Selama 3 Tahun di Belanda

Bagi Okto, perjalanan mewujudkan target tersebut tentu tidak mudah. Namun, ia percaya setiap usaha, ikhtiar, harapan, dan doa bakal berbuah manis, seperti yang terjadi di Olimpiade Tokyo saat kontingen Indonesia memberikan kejutan serta keajaiban.

“Itu nyata terjadi di Olimpiade Tokyo. Keajaiban karena ada beberapa atlet, pelatih, bahkan media yang positif Covid-19 dan bisa sembuh dalam 1-2 hari,” ujarnya.

Kejutan diberikan atlet-atlet Indonesia, seperti atlet muda, yakni Rahmat Erwin Abdullah, Windy Cantika, hingga Anthony Sinisuka Ginting yang memberi gebrakan dalam debutnya di panggung Olimpiade dengan merebut medali perunggu. Begitu juga Nurul Akmal, lifter putri pertama Indonesia yang bersaing di kelas berat +87 kg mampu menempati posisi lima dunia.

Sementara itu, keping perak dipersembahkan Eko Yuli Irawan, sedangkan medali emas didapat dari duet senior-junior Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Indonesia finis di peringkat ke-55 dalam Olimpiade Tokyo 2020 dengan perolehan lima medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Indonesia berada di posisi kedua terbaik di antara negara-negara Asia Tenggara, di bawah Filipina yang berada di peringkat ke-50 dengan raihan satu emas, dua perak, dan satu perunggu.

Sementara itu, Thailand finis di urutan ke-59 dengan satu emas dan satu perunggu. Kemudian, ada Malaysia di posisi ke-74 dengan satu perak dan satu perunggu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini