Share

Meski Akrab, Bagnaia Tak Pernah Minta Saran Valentino Rossi soal Balapan

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Minggu 15 Agustus 2021 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 15 38 2455931 meski-akrab-bagnaia-tak-pernah-minta-saran-valentino-rossi-soal-balapan-UJWo3tZ5Mr.jpg Valentino Rossi akrab dengan Francesco Bagnaia. (Foto: MotoGP)

SPIELBERG – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengaku tak pernah meminta saran dari Valentino Rossi soal balapan, termasuk di MotoGP. Hal ini dilakukannya, meski hubungannya dengan Rossi terjalin dengan sangat akrab dan bahkan Bagnaia menjadi salah satu jebolan sukses dari VR46 Riders Academy.

Bagnaia memang menjadi salah satu murid Rossi di sekolah balap yang didirikan, yakni VR46 Riders Academy. Dari ilmu yang didapatnya di sana, karier manis pun bisa diukir pembalap berjuluk Pecco itu.

Francesco Bagnaia

Kini, Bagnaia bahkan sudah mentas di kelas yang sama dengan Rossi, yakni MotoGP. Pecco -sapaan akrab Bagnaia- kini membela tim pabrikan Ducati. Dengan begitu, dia telah turut bersaing dengan Rossi di MotoGP dalam beberapa musim terakhir.

Sukses menjadi pembalap di MotoGP, Bagnaia ternyata mengaku tak pernah berbicara soal balapan dengan Valentino Rossi. Pembicaraan yang dilakukan lebih banyak membahas soal kehidupan di luar balapan.

BACA JUGA: Jadwal MotoGP Hari Ini: Jorge Martin Lanjutkan Dominasi di MotoGP Austria 2021, Marc Marquez dan Valentino Rossi Bikin Kejutan?

"Dia selalu memberi saya saran, tapi sejujurnya saya tidak berbicara dengannya tentang balapan, dia hanya bertanya tentang pilihan ban," kata Bagnaia, dilansir dari Tutto Motori Web, Minggu (15/8/2021).

Lebih lanjut, Bagnaia pun menjelaskan alasannya tak meminta saran. Dia mengaku sulit untuk mendengar nasihat dari orang lain untuk memenangkan balapan.

BACA JUGA: Start Ke-18 di MotoGP Austria 2021, Valentino Rossi Salahkan Motor

Alih-alih mendengarkan pandangan orang lain, Bagnaia merasa hanya perlu bertindak secara langsung dengan melaju lebih cepat dari pembalap lain dan bukan memikiran apa yang dikatakan orang lain.

“Saya percaya bahwa kemenangan harus melampaui saran itu sendiri. Karena saat Anda berlari, Anda tidak memikirkan apa yang dikatakan orang lain kepada Anda, tetapi Anda hanya harus melaju lebih cepat dari lawan. Sulit untuk menasihati seseorang bagaimana cara menang,” jelas pemuda berusia 24 tahun itu.

Pecco sendiri diketahui menjalani debutnya di Moto3 pada 2013 bersama tim Italia, FMI. Namun, dia gagal meraih poin dalam 17 balapan di musim itu. Pencapaian terbaiknya hanya finis di posisi 16 di Sepang, Malaysia.

Pada 2014, Tim VR46 diluncurkan dan ikut meramaikan persaingan di Moto3. Pecco pun menjadi salah satu pembalap yang direkrut oleh tim bentukan Valentino Rossi itu. Sejak saat itu kariernya terus membaik.

Francesco Bagnaia

Pada 2017, Bagnaia pun ditunjuk oleh tim VR46 untuk balapan di ajang Moto2. Pembalap asal Turin, Italia, itu menjalani musim perdananya di Moto2 dengan finis di posisi lima klasemen dan berhasil naik ke podium sebanyak lima kali.

Pada 2018, kariernya benar-benar bersinar. Bagnaia tampil sebagai juara dunia Moto2. Setelah menjadi juara di Moto2, Pecco promosi ke ajang MotoGP pada 2019. Bagnaia memperkuat tim satelit Pramac Ducati.

Pada musim perdananya di kelas utama MotoGP, dia finis di urutan ke 15 dengan 54 poin. Musim berikutnya, tidak jauh berbeda, dia berakhir di urutan 16 dan hanya mengumpulkan 47 poin.

Saat ini, Pecco duduk di posisi empat klasemen sementara MotoGP musim 2021 dengan 114 poin dan berhasil naik podium sebanyak tiga kali. Dia akan melanjutkan perjuangannya musim ini di MotoGP Austria 2021 yang berlangsung Minggu (15/8/2021) pukul 19.00 WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini