Bukan Cuma soal Medali, Ketua KOI: Semua Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 Adalah Pahlawan

Antara, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 43 2454958 bukan-cuma-soal-medali-ketua-koi-semua-atlet-indonesia-di-olimpiade-tokyo-2020-adalah-pahlawan-oraY0mL92t.jpeg Raja Sapta Oktohari sebut semua atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 sebagai pahlawan (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA - Olimpiade Tokyo 2020 telah berakhir pada Minggu 8 Agustus 2021. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, memuji seluruh atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dengan menyebut mereka pahlawan.

Okto menegaskan, bahwa perjalanan seorang atlet untuk lolos kualifikasi Olimpiade bukan perjuangan yang mudah. Bahkan, mereka harus melalui rangkaian kejuaraan yang panjang hingga dua tahun sebelum Olimpiade dimulai.

Raja Sapta Oktohari soal sepak terjang kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: NOC Indonesia)

“Para atlet yang lolos ke Olimpiade, mereka adalah yang terbaik karena harus melalui proses kualifikasi yang panjang, dua tahun sebelum Olimpiade dimulai. Jadi, jika seorang atlet menempati peringkat ke-10 di Olimpiade, artinya dia termasuk 10 yang terbaik di dunia,” kata Okto dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Jumat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya sekedar melihat warna medali apakah emas atau bukan emas, melainkan bahwa semua atlet yang lolos kualifikasi ke Olimpiade merupakan pahlawan dan pejuang yang datang untuk menjunjung tinggi nama baik Indonesia di kancah dunia,” ujarnya menambahkan.

BACA JUGA: Tokyo 2020 Selesai, Ketua KOI Raja Sapta Oktohari Tatap Olimpiade Paris 2024

Okto menjelaskan, bahwa meski tidak semua meraih medali, tetapi seluruh atlet yang mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 adalah duta-duta terbaik yang akan memberikan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia, bahwa Olimpiade bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi Olimpiade adalah panggung terbesar dan paling prestisius di dunia yang tidak bisa disamakan dengan SEA Games dan Asian Games.

KOI secara resmi memulangkan para atlet, pelatih, serta ofisial yang tergabung dalam tim Indonesia pascagelaran Olimpiade Tokyo 2020 pada Kamis 12 Agustus 2021. Mereka telah kembali ke pelatnas dan federasi cabang olahraga (cabor) masing-masing.

Para atlet yang dilepas tersebut meliputi rombongan atlet terakhir, termasuk peraih medali di Tokyo, yakni Greysia Poli/Apriyani Rahayu (emas), Anthony Sinisuka Ginting (perunggu), dan Rahmat Erwin Abdullah (perunggu). Selain mereka, ada pula Nurul Akmal, Alvin Tehupeiory dan Lalu Muhammad Zohri, Praveen Jordan, dan Vidya Rafika.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Reuters)

Senada dengan Okto, Rosan P. Roeslani, yang sudah mengakhiri tugasnya sebagai Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, mengaku bangga dengan perjuangan para atlet yang mewakili Merah Putih di Olimpiade.

Rosan juga mengungkapkan tugasnya sebagai CdM merupakan suatu pengalaman yang tidak ternilai. Meski banyak tantangan yang harus dilalui, ia menjalaninya dengan penuh suka cita.

“Ini adalah akhir dari amanah yang saya emban dengan penuh rasa sukacita, tentunya ada rasa kebanggaan, bukan hanya saat meraih kita medali. Tetapi ketika kita mengenal lebih dalam dengan para atlet, para patriot olahraga kita, dan kita bisa berbagi pengalaman dan cerita, yang menjadi hal-hal yang tidak akan terlupakan di hidup kita ke depannya,” ucapnya.

Indonesia toal mendapatkan lima medali di Olimpiade Tokyo 2020 yang terdiri dari satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Para atlet pun diharapkan bisa tampil lebih baik lagi di Olimpiade Paris 2024.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini