Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meski Gagal Raih Medali, Lalu Muhammad Zohri Jadi Sprinter Tercepat Indonesia di Olimpiade

Andhika Khoirul Huda , Jurnalis-Kamis, 12 Agustus 2021 |18:40 WIB
Meski Gagal Raih Medali, Lalu Muhammad Zohri Jadi Sprinter Tercepat Indonesia di Olimpiade
Lalu Muhammad Zohri turun di nomor 100 meter putra Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/NOC Indonesia)
A
A
A

JAKARTA – Meski gagal meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020, Lalu Muhammad Zohri menjadi sprinter tercepat Indonesia di Olimpiade. Zohri pada ajang tersebut turun di nomor 100 meter putra.

Zohri kalah cepat dengan atlet kelas dunia lainnya. Pada babak pertama heat keempat, dia finis di urutan ke-5 dengan catatan waktu 10,26 detik. Sedangkan peringkat pertama diduduki pelari asal Afrika Selatan, Gift Leotlela, dengan catatan waktu 10,4 detik.

Foto/NOC

Meski tidak meraih medali, Zohri berhasil menjadi pelari tercepat Indonesia di antara para penduhulunya. Dia juga menjadi pelari ke-12 untuk nomor 100 meter putra yang berlaga di Olimpiade.

Baca juga: Gagal ke Semifinal Olimpiade Tokyo 2020, Lalu Muhammad Zohri Ungkap Penyebabnya

Dimulai dari Olimpiade Melbourne 1956, terdapat nama Jalal Gozal, dia memiliki catatan waktu 11,45 detik. Kemudian berlanjut di Olimpiade Roma 1960, ada Johannes Gosal yang mencatatkan waktu 10,90 detik.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemberi Bonus Terbanyak kepada Atlet Peraih Medali

Lalu pada ajang Olimpiade Los Angeles 1984, indonesia mengirim dua wakil di nomor 100 meter putra. Yang pertama adalah Mohamed Purnomo dengan catatan 10,51 detik, kemudian ada Christian Nenepath yang dengan waktu 10,66 detik.

Berlanjut di Olimpiade Seoul 1988, Indonesia diwakilkan oleh Mardi Lestari dengan menctatkan waktu 10,39. Masuk ke Olimpiade Sydney 2000, terdapat tiga wakil, yakni John Herman Murray mencatatkan 10,68 detik, Yanes Raubaba lebih cepat dari John, dirinya berhasil catat 10,54 detik. Lalu Erwin Heru Sutanto menempati posisi enam dengan waktu 10,87 detik.

Di Beijing 2008, ada Suryo Agung yang mampu mencatatkan waktu 10.46 detik. Sementara di London 2012, ada Fernando Lumain dengan catatan 10.90 detik yang lolos ke perempat final namun finish kedelapan.

Foto/NOC

Dan di Olimpiade Rio 2016, Sudirman Hadi terhenti di putaran pertama. Dia mencatatkan waktu selama 10,70 dan menempati posisi sembilan.

Sementara itu di Olimpiade Tokyo 2020, Zohri mampu mematahkan rekor semua para legenda, terutama milik Mardi Lestari. Tentu saja ini bisa menjadi harapan ke depan bagi Indonesia untuk Zohri bisa tampil lebih baik lagi di Olimpiade Paris 2024, mengingat usianya yang masih sangat muda yakni 21 tahun.

(Rachmat Fahzry)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement