“Namun, ketika Olimpiade, mata dunia tertuju ke sana. Pengakuan prestasi seorang atlet diakui di Olimpiade. Jadi, dari semua rangkaian kualifikasi, Olimpiade yang jadi paling ingin dituju,” lanjut perempuan berusia 50 tahun tersebut.

“Sehingga pencapaian Greysia/Apriyani mendapatkan emas, Ginting meraih perunggu, ini bukanlah hanya prestasi mereka, tapi juga prestasi bangsa. Karena mereka mempertaruhkan nama bangsa. “Jadi, mereka mengharumkan nama bangsa dan mengibarkan bendera merah putih lewat olahraga,” ujar peraih medali emas pertama Indonesia di Olimpiade, tepatnya di Olimpiade Barcelona 1992.
Meski begitu, Susy Susanti menyampaikan pesan kepada Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anthony Ginting. Ia berharap mereka tak cepat puas dan terus berjuang meraih gelar demi gelar.
“Saya senang sekali tradisi emas terus dilanjutkan. Dan tentunya jangan cepat puas. Mungkin untuk Greysia, ini merupakan Olimpiade terakhir. Tapi, untuk Apriyani di usia yang masih muda, teruslah bekerja keras dan memberikan prestasi dan mengumpulkan gelar demi gelar bukan untuk diri sendiri, tapi juga untuk Indonesia,” tutup istri dari legenda bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.