Olimpiade Tokyo 2020 Sukses di Tengah Pandemi, Menpora Zainudin Amali: Kita Bisa Belajar

Antara, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 08 43 2452778 olimpiade-tokyo-2020-sukses-di-tengah-pandemi-menpora-zainudin-amali-kita-bisa-belajar-WOmqooC55D.jpg Menpora Zainudin Amali puji penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Kemenpora)

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, memuji penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang secara resmi berakhir, Minggu 8 Agustus 2021. Menurutnya, Indonesia bisa belajar dari penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.

Menpora Zainudin Amali menilai kesuksesan Olimpiade Tokyo 2020 di tengah pandemi Covid-19 tidak lepas dari protokol kesehatan (prokes) ketat dan disiplin yang diterapkan.

Upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Reuters)

"Saya harus menyampaikan rasa salut kepada penyelenggara Olimpiade Tokyo dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang bisa melaksanakan multievent olahraga tingkat dunia di tengah pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Jepang," kata Menpora Zainudin Amali di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenpora, Senin (9/8/2021).

"Kontingen kita juga aman sejak berangkat sampai dengan kembali," ujarnya.

Menpora Zainudin Amali menilai sistem bubble yang diterapkan panitia merupakan pilihan  tepat. Peserta hanya diperkenankan untuk berpergian dari penginapan ke tempat latihan atau pertandingan saja.

BACA JUGA: Upacara Penutupan: Ketua IOC Resmi Akhiri Olimpiade Tokyo 2020

Sementara itu, kesadaran peserta untuk disiplin mengikuti prokes juga menjadi faktor  penting suksesnya ajang empat tahunan ini, menurut Menpora Zainudin Amali.

"Negara-negara lain bisa belajar dari keberhasilan Jepang ini termasuk kita di Indonesia yang akan menyelenggarakan, baik multievent maupun single event di dalam negeri. Kegiatan olahraga terlaksana dengan prokes yang ketat dan disiplin," ujar Menpora Zainudin Amali.

Sebelumnya, Chef de Mission (CdM) Indonesia, Rosan P Roeslani, juga mengaku memetik pembelajaran dari pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Menurutnya, Indonesia bisa melakukan itu juga, seperti dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dijadwalkan Oktober mendatang.

Menurut Rosan, salah satu kunci Olimpiade Tokyo 2020 bisa terlaksana dengan lancar, yaitu adanya peraturan dan prokes yang jelas dan ketat selama penyelenggaraan.

Rosan P Roeslani (Foto: MPI)

“Banyak sekali yang dapat menjadi pelajaran dari event sebesar ini karena di sana yang pertama kali disampaikan bahwa tidak ada toleransi untuk pelanggaran-pelanggaran dan semua itu dilakukan secara efisien dan peraturan yang jelas,” kata Rosan dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat lalu.

Rosan mencontohkan sebelum berangkat ke Jepang, seluruh atlet, ofisial dan pelatih harus terlebih dahulu melaporkan rencana kegiatan mereka selama di Tokyo. Dengan demikian, mereka hanya diperbolehkan keluar beraktivitas sesuai dengan jadwal yang telah dilaporkan dalam rencana kegiatan tersebut.

Selain itu, seluruh atlet juga harus menjalani karantina dua pekan di Tanah Air dengan satu pekan terakhir mesti menjalani tes usap PCR setiap harinya. Hasil tes tersebut juga harus dilaporkan ke pemerintah Jepang.

"Ketika tiba di Kampung Atlet harus tes PCR dan uji saliva itu selama tujuh hari berturut-turut. Apabila ada yang positif, langsung dikarantina. Protokol itu sangat jelas,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini