Jadi Atlet Pertama Indonesia yang Sumbang Medali Emas di Olimpiade, Ini Kenangan Susy Susanti di Final Olimpiade 1992

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 08 40 2452741 jadi-atlet-pertama-indonesia-yang-sumbang-medali-emas-di-olimpiade-ini-kenangan-susy-susanti-di-final-olimpiade-1992-Pmqos2eX8t.jpg Susy Susanti, atlet pertama Indonesia yang persembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade. (Foto: Instagram/@susysusantiofficial)

JAKARTA – Pebulu tangkis legenda Indonesia, Susy Susanti, berstatus atlet pertama Tanah Air yang menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade. Medali itu didapatkan di nomor tunggal putri bulu tangkis Olimpiade 1992 setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun, di final dengan skor 5-11, 11-5 dan 11-3.

Sekadar informasi, Olimpiade Barcelona 1992 merupakan pertama kalinya cabang olahraga bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade. Karena itu dalam pengakuan Susy Susanti, PB PBSI, Kemenpora bahkan Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, melihat Indonesia memiliki peluang meraih emas pertama di ajang Olimpiade.

Susy Susanti

Terlebih, beban besar diberikan kepada Susy Susanti. Ia yang saat itu baru berusia 21 tahun, ditargetkan meraih medali emas karena menempati peringkat satu dunia nomor tunggal putri sebelum Olimpiade Barcelona 1992 dilangsungkan.

“Jadi sedikit kilas balik. Beban terbesar adalah tanggung jawab. Apalagi, waktu itu saya salah satu yang ditargetkan meraih medali emas. Saat itu, cabang olahraga bulu tangkis untuk pertama kalinya dipertandingkan setelah sebelumnya Indonesia sudah beberapa kali tampil di Olimpiade, tapi belum pernah meraih medali emas,” kata Susy Susanti saat diwawancara dalam program Special Dialogue Okezone.

“Dari era ke era prestasi bulu tangkis Indonesia selalu memberikan yang terbaik bagi Olahraga Indonesia. Karena itu, Olimpiade 1992 jadi momen yang ditunggu-tunggu. Kebetulan, saat itu saya menduduki peringkat 1 dunia, saya harus bisa merebut medali emas untuk Indonesia,” lanjut Susy Susanti.

BACA JUGA: Greysia Polii/Apriyani Rahayu Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020, Susy Susanti: Terima Kasih untuk Perjuangannya

Dalam perjalanannya dari babak kedua (Susy Susanti mendapat bye di babak pertama) hingga semifinal, Susy Susanty selalu menang straight game. Baru di partai final, Susy Susanti sempat dibuat sulit sang lawan, Bang Soo-hyun.

Terbukti, di set pertama Susy Susanti sempat tertinggal 5-11. Ia mengaku tertinggal dari sang lawan karena terlalu tegang sehingga mengikuti gaya permainan Bang Soo-hyun. Baru di set kedua, Susy Susanti bangkit dan melanjutkan dominasinya di set ketiga sekaligus memastikan kemenangan.

Susy Susanti

(Susy Susanti terharu mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992)

“Di set pertama, tentunya karena berambisi dan cita-cita yang sangat besar sekali untuk menuntaskan tugas saya, saya justru tampil tegang. Akibatnya, saya kalah karena tampil tegang dan gagal mengembangkan permainan. Lawan benar-benar mengontrol permaninan dan saya mengikuti gaya permainannya,” cerita Susy.

“Tapi, masuk set kedua, pelatih meminta saya fokus dan konsentrasi. Saya diminta tampil bermain dengan tipe saya. Mengajak lawan bermain rally-rally Panjang. Sebab, secara fisik saya lebih menang ketimbang Bang Soo-hyun, sehingga saya bisa menang di set kedua. Di set ketiga, kepercayaan saya lebih besar lagi, sehingga bisa meraih medali emas pertama bagi Indonesia,” kata istri dari pebulu tangkis legenda Indonesa, Alan Budikusuma.

Dari Susy Susanti lah, keran medali emas kontingen Indonesia di Olimpiade terus terbuka. Tentu harapannya, prestasi lebih besar dicatatkan kontingen Tanah Air di Olimpiade Paris 2024.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini