TOKYO - Atlet menembak asal Korea Selatan, Jin Jong-oh menjadi sorotan di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Jin Jong Oh menyampaikan komentar kontoversial dengan menyebut atlet asal Iran, Javad Foroughi sebagai teroris.
Akibat komentarnya tersebut, Jin Jong-oh pun mendapat kecaman. Salah satunya seperti yang terlihat di media sosial dengan ramainya tagar #SouthKoreaRacist.

"Bagaimana teroris bisa meraih juara pertama pada Olimpiade itu? Itu hal yang konyol," kata Jin Jong Oh dikutip The Korean Times.
Menurut laporan SBS News, Jin Jong-oh akhirnya meminta maaf atas pernyataan tersebut. Namun, pengguna media sosial merasa kalimat itu rasis hingga mereka beraksi keras dan muncul tagar #SouthKoreaRacist.
Baca juga: Atlet Menembak Vidya Rafika Jadikan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai Persiapan di Paris
Jin Jong-oh sendiri sebenarnya bukan nama baru di dunia olahraga menembak. Ia merupakan salah satu atlet menembak berprestasi bagi Korea Selatan.
Sejumlah ajang bergengsi telah diikuti pria kelahiran Chuncheon, Gangwon 24 September 1979 itu. Termasuk Olimpiade Tokyo 2020 kali ini di mana ia mewakili Korea di cabor menembak nomor pistol 50m putra.