Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Olimpiade Tokyo 2020, Peran Sains dan Teknologi Bantu Lalu Muhammad Zohri dan Sprinter Lain Lari 100 Meter di Bawah 10 Detik

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 31 Juli 2021 |06:55 WIB
Olimpiade Tokyo 2020, Peran Sains dan Teknologi Bantu Lalu Muhammad Zohri dan Sprinter Lain Lari 100 Meter di Bawah 10 Detik
Lalu Muhammad Zohri saat beraksi. (Foto: Reuters)
A
A
A

PERLOMBAAN di cabang olahraga (cabor) atletik selalu menarik perhatian publik dunia, termasuk dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020 ini. Indonesia sendiri diketahui turut memiliki wakil di cabor tersebut, tepatnya pada nomor 100 meter putra, yakni Lalu Muhammad Zohri.

Kinerja para sprinter ini pun selalu mengundang decak kagum karena mereka bisa melesat cepat untuk menempuh jarak 100 meter. Sebagian besar mencatatkan waktu kurang dari 10 detik untuk menyelesaikan perlombaan tersebut.

Lalu Muhammad Zohri

Jumlah pelari 100 meter yang menembus waktu di bawah 10 detik terus bertambah dengan cepat dan tidak lagi didominasi Amerika Serikat (AS) dan Jamaika. Teknologi dan pengetahuan olahraga memiliki peran.

Pada Olimpiade 2012 di London, mata penonton tertuju pada gerak kaki Usain Bolt yang melesat "terbang" di lintasan 100 meter. Dia memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 9,63 detik.

BACA JUGA: Jadwal Wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Sabtu 31 Juli 2021: Potensi Medali dan Laga Perdana Lalu Muhammad Zohri

"Itu adalah salah satu balapan terbaik yang pernah ada," jelas Steve Haake, Profesor Teknik Olahraga di Universitas Sheffield Hallam Inggris.

Tapi, Haake tidak melontarkan pujian itu untuk Bolt. Pujian itu diberikan kepada kinerja keseluruhan tim, tujuh dari delapan atlet yang ambil bagian dalam final itu mencapai garis finis dalam waktu kurang dari 10 detik, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA: Viral, Video Lee Yang/Wang Chi Lin Cium Tangan Ahsan/Hendra Usai Laga Semifinal Olimpiade Tokyo 2020

Dipecahkan untuk pertama kalinya pada 1968, finis di bawah 10 detik atau "sub-10" tetap menjadi pencapaian besar bagi seorang sprinter: lencana kehormatan yang membedakan mereka dari rekan-rekan mereka.

Impian untuk menembus garis finis di bawah 10 detik juga menjadi target sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Bahkan, juara Dunia Atletik U-20 2018 di Finlandia itu mengincar status sebagai sprinter pertama Indonesia yang berlari di bawah 10 detik dalam Olimpiade Tokyo ini.

Lalu Zohri akan tampil di nomor 100 meter putra pada Sabtu (31/7/2021). Catatan waktu terbaik Zohri adalah 10,03 detik yang diciptakan di seri Golden Grand Prix Osaka 2019.

Untuk bisa berlari 100 meter di bawah 10 detik jelas tidak gampang--walau jumlah pelari yang melewati waktu "sub-10" detik itu telah bertambah dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Data dari World Athletics, badan pengatur olahraga, menunjukkan bahwa dalam empat dekade antara 1968 dan 2008, hanya 67 atlet yang berhasil menembus batas. Tapi, hanya dalam waktu 10 tahun berikutnya, terdapat 70 sprinter lainnya yang bergabung dengan klub di bawah 10 detik itu.

Dalam dua tahun terakhir hingga awal Juli 2021, terdapat 17 pria lagi yang masuk klub "sub-10" pertama mereka. Penghalang setara untuk perempuan - 11 detik - juga semakin sering dipecahkan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement