TOKYO – Kasus Covid-19 meningkat selama pagelaran Olimpiade Tokyo 2020 yang dimulai pada 23 Juli 2021 lalu. Menyikapi masalah itu, sejumlah warga Jepang meminta ajang olahraga terbesar tersebut untuk dihentikan.
Kasus rekor harian Covid-19 di Tokyo sudah mencapai 3.865 kasus, sementara kasus harian nasional mencapai 10 ribu untuk pertama kalinya. Media lokal mengabarkan pemerintah akan mengumumkan status darurat, di empat prefektur di luar Tokyo. Lalu status darurat di Tokyo dan Okinawa diperpanjang hingga akhir Agustus.
"Menjadi tuan rumah Olmpiade dan mecegah infeksi Covid-19, keduanya sangat bertentangan. Saya pikir benar yang harus dilakukan pemerintah adalah membatalkan Olimpiade dan mengalokasikan semua energi dan anggaran untuk mengendalikan Covid-19," ucap Koji Sugihara, salah satu pendemo Olimpiade Tokyo 2020, dilansir dari CNN International, Jumat (30/7/2021).
"Olimpiade digelar dalam kondisi di mana lebih dari 3.000 orang, kini telah terinfeksi Covid-19. Saya di sini untuk memohon kepada Perdana Menteri Jepang Suga, yang merupakan Kepala Eksekutif Jepang, untuk menuntut pembatalan Olimpiade," ucap Kai Koyama pendemo Olimpiade Tokyo 2020.
Baca juga: Gagal Raih Medali di Olimpiade Tokyo 2020, Jonatan Christie Mohon Maaf
Meski panitia sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, hingga artikel ini dibuat, sudah lebih banyak kasus bertambahnya infeksi Covid-19. Kasus positif Covid-19 di klaster Olimpiade sudah mencapai 193, dengan 20 orang di antaranya adalah staf dan atlet.