Lianne Tan, Pebulu Tangkis Keturunan Indonesia yang Langkahnya Dihentikan Gregoria Mariska di Olimpiade Tokyo 2020

Firda Rahmawan , Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 40 2447425 lianne-tan-pebulu-tangkis-keturunan-indonesia-yang-langkahnya-dihentikan-gregoria-mariska-di-olimpiade-tokyo-2020-yUEEMduilc.jpg Lianne Tan saat turun di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS/Leonhard Foeger)

NAMA pebulu tangkis Belgia, Lianne Tan, menjadi sorotan netizen Indonesia saat turun di Olimpiade Tokyo 2020. Ternyata, pebulu tangkis yang baru saja disingkirkan Gregoria Mariska di Fase Grup M Olimpiade Tokyo 2020 ini memiliki darah Indonesia.

Sekadar informasi, Lianne Tan adalah anak dari pasangan Henk Tan dan Maria Meyers. Henk Tan diketahui adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah lama menetap di Belgia.

Lianne Tan

Selain Lianne, sang kakak Yuhan juga merupakan seorang pebulu tangkis andal. Yuhan selalu mewakili Belgia di ajang turnamen Internasional yang turun sebagai tunggal putra.

Sejatinya Tan bersaudara itu punya profesi yang sama, yakni atlet bulu tangkis. Keduanya juga mampu membawa harum nama Belgia di ajang internasional.

Mereka berdua mengawali karier bulu tangkisnya sejak masih usia remaja. Namun, sang kakak meraih prestasi lebih dulu dengan berhasil menjuarai Belgian National Badminton Championship sembilan kali. Yuhan menjadi pemain bulu tangkis terbaik yang pernah ada di Belgia.

Berkat kesuksesan itu, sang adik, Lianne Tan, mengikuti jejak karier kakaknya. Lianne Tan memutuskan untuk menjadi seorang pebulu tangkis sedari kecil.

Dengan kerja kerasnya tersebut, akhirnya Lianne Tan berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Dia meraih juara tujuh kali Belgian National Badminton Championship berturut-turut di kategori tunggal putri.

BACA JUGA: Bantai Wakil Belgia, Gregoria Mariska Lolos ke Fase Gugur Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020

Selanjutnya, karier profesional sebagai pebulu tangkis berlanjut ke tahap internasional, tepatnya pada Olimpiade 2012. Tan bersaudara mewakili Belgia untuk mengikuti turnamen tersebut. Lianne di tunggal putri sedangkan Yuhan di tunggal putra.

Namun, sayangnya mereka berdua tidak berhasil meraih medali apa pun pada Olimpiade tersebut. Keduanya sama-sama terhenti di fase grup.

Lianne Tan

Kini. Lianne tampil lagi pada Olimpiade Tokyo 2020, mewakili Belgia di nomor tunggal putri. Serunya, dia berada satu grup dengan pebulu tangkis andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Akan tetapi, keberuntungan belum berpihak kepada atlet asal Belgia tersebut.

Dia mengalami kekalahan di laga penentuan melawan Gregoria, dua set langsung. Lianne Tan lagi-lagi tersingkir pada babak penyisihan, seperti halnya pada 2012 dan 2016.

Sejauh ini, prestasi terbaik Lianne Tan adalah sembilan kali juara turnamen BWF International Challenge. Patut dinanti seperti apa langkah Lianne Tan berikutnya di ajang bulu tangkis.

Bukan tak mungkin lewat Latihan keras, pebulu tangkis 30 tahun ini bisa bangkit dan menjadi salah satu pemain yang disegani di nomor tunggal putri. Jadi, sanggup bangkit Lianne Tan?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini