Stasiun TV Korea Selatan Buat Ulah karena Rasis, Netizen Indonesia Emosi

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 43 2446636 stasiun-tv-korea-selatan-buat-ulah-karena-rasis-netizen-indonesia-emosi-XLg4dBlAzG.JPG Stasiun TV Korea Selatan, MBC meinta maaf setelah melecehkan kontingen Olimpiade Tokyo 2020. (Foto/Instagram MBC)

Perlu diketahui, Korea Selatan juga memiliki banyak kawasan kumuh yang tersebar luas, terutama di Seoul. Pada tahun 2018, PBB mencatat perumahan warga miskin masih menjadi masalah yang tak kunjung selesai di Korea Selatan.

Lalu, generasi muda Negara Ginseng yang berusia di bawah 35 tahun dan sudah bekerja memiliki kemampuan sewa tempat tinggal dengan rasio kurang dari 50 persen. Oleh karena itu, beberapa netizen Indonesia menganggap aksi rasis yang dilakukan oleh Korea Selatan sudah biasa mereka lakukan dan tidak terpikir bahwa hal itu menyakiti banyak orang.

Netizen Korea Selatan pun ikut emosi melihat siaran langsung yang disiarkan oleh MBC pada acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 yang disiarkan MBC. Mereka membuat petisi kepada Blue House (kepresidenan Korea Selatan) untuk menuntut tindakan para eksekutif stasiun televisi yang menyetujui foto-foto dan deskripsi tersebut layak disiarkan.

Foto/Reuters

MBC kemudian membuat permintaan maaf melalui akun Twitter resminya pada Sabtu (24/7/2021). Mereka beralasan arena kurangnya pertimbangan da mengakui atas kesalahan yang telah diperbuat.

"Gambar dan keterangan dimaksudkan untuk memudahkan pemirsa memahami negara yang masuk dengan cepat selama upacara pembukaan. Namun, kami akui bahwa ada kurangnya pertimbangan untuk negara-negara yang bersangkutan, dan pemeriksaannya tidak cukup menyeluruh. Itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan," tulis MBC hanya dala bahasa Korea.

Kemudian stasiun televisi Korea Selatan itu mengadakan konfernsi pers pada Senin (26/7/2021). Direktur utama MBC, Park Sung Je, meminta maaf atas tindakan yang dinilai rasis tersebut.

"Kami MBC telah merusak siaran Olimpiade yang seharusnya menjadi pemersatu dunia di tengah situasi pandemi COVID-19 di muka bumi. Sekali lagi, aku menundukkan kepala dan meminta maaf," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini