Meski Tanpa Penonton, Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Diharapkan Berjalan Meriah

Sri Lestari Rahayuningtyas, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 43 2444342 meski-tanpa-penonton-upacara-pembukaan-olimpiade-tokyo-2020-berjalan-lancar-uP9frszDPS.jpg Logo Olimpiade (Foto: Reuters)

TOKYO – Presiden Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto, memberikan komentar jelang dilangsungkannya upacara pembukaan pesta olahraga terakbar itu. Hashimoto pun sangat berharap upacaa pembukaan Olimpiade Tokyo berjalan lancar, meski tanpa kehadiran penonton.

Sebagaimana diketahui, penyelengaraan Olimpiade Tokyo 2020 memang berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Sebab Olimpiade Tokyo 2020 dilangsungkan di tengah pandemi COVID-19 yang masih menyerang di penjuru Dunia.

Maka dari itu, upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 bakal sangat berbeda dibandingkan event-event sebelumnya. Jika edisi sebelumnya pembukaan saat ditunggu, kali ini panpel sengaja mengosongkan stadion.

Olimpiade Tokyo 2020

Hanya pejabat, diplomat, anggota Komite Olimpiade Internasional dan sponsor saja yang diperkenankan hadir sebagai langkah mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Panpel awalnya ingin menjadikan momen olimpiade ini sebagai ajang pemulihan dan rekonstruksi setelah gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011.

Sayangnya, upaya mereka itu terganjal dengan adanya pandemi. Akhirnya tema pembukaan pun berubah menjadi 'Maju'. Itu mengacu pada krisis kesehatan global yang memaksa Olimpiade ditunda selama satu tahun.

Baca Juga: Tak Bisa Susui sang Anak, Perenang Spanyol Kecam Panpel Olimpiade Tokyo 2020

Meski begitu, Hashimoto mengatakan bahwa pemulihan dari gempa besar Jepang Timur harus tetap disorot pada upacara pembukaan nanti. "Seharusnya dimasukkan dalam konsep upacara, saya berharap bisa dimasukkan," kata Hashimoto dikutip Insidethegamez, Kamis (22/7/2020).

"Seharusnya ada di sana (pemulihan usai gampa). Tapi saya tidak bisa mengungkapkan isi dari apa yang akan kami tampilkan selama upacara. Karena situasi pandemi ini, kami ingin sebanyak mungkin orang melihat keadaan pemulihan. Ini tidak akan menjadi festival. Apa yang saya pikirkan adalah bahwa kita akan mengadakan upacara yang khidmat tetapi dengan semangat pemulihan.

Belum diketahui berapa banyak orang yang akan menghadiri pembukaan nanti. "Saya ingin menjawab pertanyaan itu nanti dengan penjelasan yang berbeda," kata Hashimoto.

Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Jepang Mainichi Shimbun, 61 persen responden khawatir bahwa Tokyo 2020 tidak akan mendukung upaya pemulihan wilayah Tohoku yang hancur akibat gempa berkekuatan 9,0 SR 10 tahun lalu. Hashimoto mengatakan dia mengetahui jajak pendapat dan mengklaim Olimpiade akan "tidak ada gunanya" jika tidak membantu Tohoku dalam kebangkitannya.

"Pertandingan ditunda satu tahun dan saya harus mengakui bahwa kami sangat sibuk menangani COVID selama setahun terakhir. Tanpa pemulihan, Olimpiade Tokyo tidak akan sukses. Namun, pesan pertama yang harus kami komunikasikan selalu tentang COVID. Ketika sampai pada pemulihan Tōhoku, bagaimana Tōhoku membangun kembali dirinya sendiri dan betapa berterima kasihnya kami kepada dunia atas dukungannya, kami telah melakukan program, bersama dengan Pemerintah Jepang di bawah tujuan ini," urai Hashimoto.

Olimpiade Tokyo 2020

"Kami memiliki program dengan tujuan ini tetapi, sekali lagi, saya harus mengakui bahwa tahun lalu kami fokus pada COVID dan kami tidak punya pilihan selain melakukan itu. Ada beberapa program yang tidak bisa kami laksanakan karena COVID dan karena penundaan. Tetapi apa yang tidak dapat kami lakukan, kami dapat meninggalkannya sebagai warisan dan saya yakin bahwa akan ada proyek baru untuk wilayah Tohoku sebagai warisan Olimpiade. Tanpa itu, Olimpiade Tokyo tidak akan ada gunanya.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020, Peselancar Indonesia Rio Waida Tak Mau Pusingkan Lawan

"Makanya panitia ada dan harus kita wariskan ke berbagai pihak terkait. Hanya dengan melakukan itu, kami dapat menunjukkan betapa menyesalnya kami kepada orang-orang yang mengatakan bahwa Olimpiade Tokyo tidak mendukung inisiatif pemulihan dan kami harus memikirkan apa yang dapat kami lakukan untuk membawa harapan di masa depan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini