Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagikan Kondom kepada Atlet, Komite Olimpiade Tokyo 2020 Pastikan Hanya Sebatas Suvenir

Sri Lestari Rahayuningtyas , Jurnalis-Senin, 12 Juli 2021 |18:03 WIB
Bagikan Kondom kepada Atlet, Komite Olimpiade Tokyo 2020 Pastikan Hanya Sebatas Suvenir
Bendera Olimpiade berkibar. (Foto: IOC)
A
A
A

TOKYO – Komite penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 memberikan penjelasan soal pembagian kondom kepada para atlet. Mereka memastikan bahwa kondom yang dibagikan kepada atlet hanyalah sebatas suvenir.

Pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 pun menjamin bahwa kondom tidak akan dibagikan selama atlet masih berkompetisi. Lantaran sifatnya sebatas cendera mata, barang ini baru akan diberikan setelah turnamen berakhir.

Olimpiade Tokyo 2020

Pembagian kondom di Olimpiade sendiri sejatinya bukan hal yang baru. Sejak 1988, ketika Olimpiade berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pembagian kondom kepada atlet sudah dilakukan dan hingga kini terus menjadi sebuah tradisi.

Tujuan awalnya membagikan kondom ini adalah mencegah penularan virus penyakit seksual di antara atlet. Dengan begitu, penyelenggaraan pelaksanaan pesta olahraga terbesar di dunia itu bisa tetap aman.

BACA JUGA: Olimpiade Tokyo 2020, Anthony Ginting Dkk Isi Waktu Isolasi dengan Latihan Ringan di Kamar

Tradisi ini pun berlanjut ke Olimpiade Tokyo 2020. Sekira 160 ribu kondom siap dibagikan oleh pihak penyelenggara kepada atlet. Tetapi, kondon ini akan didistribusikan saat atlet pulang ke negaranya masing-masing.

BACA JUGA: Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra Huni Grup Sulit di Olimpiade Tokyo 2020, Herry IP: Harus Siap!

“Maksud dan tujuan kami bukan agar para atlet menggunakan kondom di Kampung Atlet Olimpiade,” tulis pernyataan Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo, dikutip dari Japantoday News, Senin (12/7/2021).

“Tetapi, ini untuk membantu kesadaran dengan membawanya kembali ke negara mereka masing-masing,” lanjut pernyataan tersebut.

Pembagian kondom di Olimpiade Tokyo 2020 sendiri memang sempat menuai kontroversi. Meski pada akhirnya pembagian tersebut dimaksudkan sebagai suvenir, langkah ini tetap dianggap tidak sejalan dengan situasi pandemi Covid-19 yang selalu menekankan adanya pembatasan sosial.

Sebelumnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mengemukakan alasan tentang adanya tradisi pembagian kondom sebagai platform promosi. Mereka berharap para atlet bisa menyadari tentang bahayanya penyakit menular seksual yaitu HIV.

Olimpiade Tokyo 2020

Sementara itu, keputusan lain juga telah dibuat pihak penyelenggara terkait minuman alkohol. Berbeda dengan kondom, minuman beralkohol akan tersedia di kampung atlet. Dengan begitu, mereka dibebaskan untuk memanfaatkannya selama kompetisi berlangsung.

Olimpiade Tokyo 2020 sendiri akan segera digelar. Tepatnya, pesta olahraga itu akan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

(Ramdani Bur)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement