Olimpiade Tokyo 2020 Digelar Tanpa Penonton, Presiden IOC: Sangat Disayangkan

Antara, Jurnalis · Sabtu 10 Juli 2021 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 10 43 2438526 olimpiade-tokyo-2020-digelar-tanpa-penonton-presiden-ioc-sangat-disayangkan-NzfirKQvDX.jpg Olimpiade Tokyo 2020 takkan dihadiri penonton. (Foto: REUTERS/Kim Kyun-Hoon)

TOKYO – Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, menyayangkan tak adanya penonton di Olimpiade Tokyo 2020. Meski begitu, Thomas Bach paham keputusan ini diambil demi keselamatan banyak orang.

"Ini sangat sulit dan semua pihak menyesalkan konsekuensi yang ditimbulkan bagi para atlet maupun penonton," kata Bach mengutip dari Reuters, Sabtu (10/7/2021).

Olimpiade Tokyo 2020

(Torch Relay Olimpiade Tokyo 2020)

"Namun, ini keputusan yang harus ditempuh demi memastikan keamanan Olimpiade. Saya harap kita semua sepakat bahwa yang terpenting adalah Olimpiade tetap dilangsungkan," ujarnya menambahkan.

Pernyataan Bach menanggapi keputusan panitia Olimpiade Tokyo yang pada Kamis 8 Jul 2021, memutuskan pesta olahraga yang berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 itu digelar tanpa penonton. Hal itu karena lonjakan kasus COVID-19 memaksa pemerintah Jepang memberlakukan status darurat di ibu kota sepanjang penyelenggaraan.

Absennya penonton, Jepang kini harus mengubur harapan kemeriahan dan kemegahan Olimpiade Tokyo. Padahal pemerintah Jepang juga panitia Olimpiade Tokyo sejak lama berharap ajang itu bakal jadi panggung pertunjukan kesuksesan pemulihan negara itu dari gempa besar 2011 yang menimbulkan kecelakaan nuklir.

Sementara itu, penonton dari luar negeri sudah berbulan-bulan lalu dipastikan tidak boleh hadir. Keputusan terbaru ini jelas akan menimbulkan kerugian jutaan dolar bagi panitia.

BACA JUGA: Lewat Protokol Kesehatan yang Ketat, Indonesia Kirim 28 Atlet ke Olimpiade Tokyo 2020

IOC berharap ada peningkatan signifikan dari aspek produksi visual Olimpiade Tokyo, terutama di Jepang dan pasar terbesarnya, Amerika Serikat, akan membantu meminimalisir dampak kerugian keputusan terbaru ini.

"Semuanya akan berlangsung dalam situasi yang teramat berbeda, tetapi Anda tidak perlu merasa sendirian di lapangan," kata Bach.

Maskot Olimpiade Tokyo 2020

(Maskot Olimpiade Tokyo 2020)

"Miliaran orang di seluruh dunia akan menatap lekat-lekat layar peranti mereka. Saya harap kalian bisa merasakan dukungan itu," ujarnya menambahkan.

IOC menyatakan Olimpiade Tokyo 2020 akan disiarkan secara global dengan potensi penonton hingga 5 miliar orang, berkat penambahan hak siar signifikan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya baik melalui TV konvensional maupun digital.

"Kami berharap Olimpiade Tokyo yang luar biasa dalam kondisi spesial ini," katanya.

"Tokyo siap dengan berbagai venue luar biasa. Para atlet akhirnya bisa datang dan berkonsentrasi sebagaimana mestinya dalam Olimpiade, yakni untuk berkompetisi," tutup Bach.

Olimpiade Tokyo sedianya dilangsungkan 2020 lalu dan sudah diundur setahun karena pandemi. Akan tetapi, publik tuan rumah dilanda kekhawatiran jika ajang itu tetap dilangsungkan di tengah pandemic.

Jajak pendapat media setempat baru-baru ini memperlihatkan 35 persen warga ingin Olimpiade Tokyo digelar tanpa penonton, 26 persen dengan penonton terbatas sedangkan 34 persen lainnya ingin pembatalan atau penundaan lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini