Pandemi Covid-19 Tak Ganggu Persiapan Tim Bulu Tangkis Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 06 Juli 2021 20:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 40 2436561 pandemi-covid-19-tak-ganggu-persiapan-tim-bulu-tangkis-indonesia-untuk-olimpiade-tokyo-2020-5HFjqlG4E9.jpg Marcus/Kevin. (Foto: PBSI)

JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky memastikan bahwa tim bulu tangkis Indonesia telah benar-benar siap untuk tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Ia menyebutkan pandemi Covid-19 tak terlalu menganggu persiapan para atlet Tanah Air yang akan tampil di pesta olahraga multievent terbesar di dunia tersebut.

Sejauh ini, Rionny bisa memastikan bahwa semua atlet bulu tangkis dan pelatih yang akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 sedang dalam keadaan yang baik. Tingkat fokus mereka pun dikatakan Rionny masih tinggi meski keadaan sekarang yang amat sulit karena pandemi.

"Untuk persiapan, saya lihat semua pemain dan pelatih dalam keadaan baik dan fokus. Walaupun dengan keadaan sulit seperti ini, mereka tidak terganggu," ungkap Rionny, seperti laporan yang diterima MNC Portal Indonesia dari PBSI, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Jonatan Christie Beberkan Targetnya di Olimpiade Tokyo 2020, Raih Medali Emas?

Rionny Mainaky

Untuk saat ini, persiapan masih terus dilakukan meski tim bulu tangkis Indonesia akan berangkat terlebih dahulu ke Jepang. Jonatan Christie dan kawan-kawan direncanakan berangkat ke Prefektur Kumamoto di Jepang pada Kamis 8 Juli 2021 pukul 23.15 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Rionny juga memastikan kondisi para atlet baik-baik saja dan aman dari virus corona. Para atlet cukup rutin melakukan tes PCR dan akan tes kembali sebelum berangkat ke Jepang.

"Kami sudah menjalani dua kali tes PCR, dari hari Minggu dan Senin kemarin, Puji Tuhan hasilnya bagus. Hari Selasa ini (6/7) dan besok Rabu (7/7) kami tes PCR kembali untuk memenuhi syarat-syarat administratif," lanjut Rionny.

Tim bulu tangkis Indonesia memang memiliki keuntungan lantaran bisa tiba di Jepang terlebih dahulu ketimbang atlet dari cabang olahraga (cabor) lainnya. Rionny pun mengatakan keuntungan itu akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bisa beradatasi dengan keadaan di Tokyo, Jepang.

"Kami akan berangkat tanggal 8 Juli ke Kumamoto untuk adaptasi selama 10 hari sebelum ke Tokyo. Penerbangan kami lewat Haneda dan ada waktu transit sembilan jam di sana untuk mengurus berbagai macam dokumen dan lain-lain,” sambung Rionny.

“Sesampainya di Kumoto, kami juga akan ikut selama empat hari sebelum menjalani latihan. Saat ini, berkoordinasi dengan Pak Iwan (Hermawan) sebagai pelatih fisik yang ke sana untuk program-program latihan di kamar agar kondisi pemain terjaga dengan konsisten,” tambahnya.

Marcus dan Kevin

“Setelah itu, latihan fisik dan teknik normal saja. Saya berharap di sini bisa beradaptasi dengan cepat dan ada peningkatan sedikit sebelum ke Tokyo. Jadi, latihannya bisa di-push sedikit. Nanti di Tokyo baru kami menyelesaikan dengan pola dan mempelajari lawan," imbuhnya.

Total tim bulutangkis Indonesia mengirim tujuh wakil atau 11 atlet ke Olimpiade Tokyo 2020. Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri) dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini