Joan Mir Sakit Hati, Gelar Juaranya Tak Pernah Dipandang

Ezha Herdanu, Jurnalis · Minggu 04 Juli 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 38 2435338 joan-mir-sakit-hati-gelar-juaranya-tak-pernah-dipandang-mjIAf0N8ye.jpg Joan Mir (Foto: motogp.com)

HAMAMTSU – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, mengakui bahwa status juara dunia yang dimilikinya tak lantas membuat lebih dicintai oleh masyarakat Spanyol. Bahkan Mir menilai gelar juara dunia MotoGP musim 2020 yang diraihnya mendapatkan pengakuan.

Sebagaimana diketahui, Mir memang membuat kejutan kala menjalani kampanye di MotoGP 2020. Ya, pembalap asal Spanyol tersebut secara mengejutkan mampu merengkuh titel juara dunia MotoGP 2020.

Padahal di awal kejuaraan dunia musim lalu, Mir memang bukanlah pembalap unggulan untuk menjadi juara dunia. Namun Mir berhasil menjawab keraguan banyak pihak kepada dirinya dengan performa gemilang hingga akhirnya menjuarai MotoGP 2020.

Joan Mir

Keberhasilan Mir tersebut pun menyudahi penantian panjang bagi Tim Suzuki untuk bisa merasakan manisnya titel gelar juara dunia. Tak hanya itu, Mir juga memperpanjang dominasi pembalap asal Spanyol di MotoGP.

Baca Juga: 5 Kandidat Juara MotoGP 2021 Berdasarkan Hasil Paruh Musim, Marc Marquez Masuk Persaingan?

Meski begitu, nama Mir sebagai juara dunia MotoGP sendiri justru kurang harum bagi pecinta balap motor di Spanyol sendiri. Bahkan Mir menjelaskan bahwa statusnya sebagai juara dunia tak pernah diakui oleh masyarakat Spanyol.

Hal tersebut pulalah yang membuat Mir akhirnya memutuskan untuk berjaga jarak dengan media sosial. Pasalnya Mir, memang acap kali mendapatkan komentar kurang mengenakan dari netizen asal Spanyol.

“Saya sangat kecewa bahwa di Spanyol, gelar saya tak terlalu dihargai, sementara di negara lain, seperti Italia, saya jauh lebih dipertimbangkan. Saya merasa lebih di cintai,” ungkap Mir, sebagaimana dilaporkan oleh Marca, Minggu (4/7/2021).

Joan Mir

“Di Spanyol, yang saya lihat adalah komentar-komentar kebencian, dengki, dan hal-hal tak masuk akal yang entah arahnya ke mana. Orang-orang ini (haters) menujukan semua komentar-komentar negatif itu kepada seseorang yang tak cukup peduli soal ini semua,” sambung pembalap berusia 23 tahun itu.

Baca Juga: Meski Melempem di MotoGP 2021, Suzuki Belum Ada Niatan Cari Pengganti Davide Brivio

“Saya hanya datang ke sirkuit, mencoba melakukan pekerjaan saya. Saya bersyukur pada Tuhan bahwa saya melakukannya dengan baik, dan saya selalu pulang dengan perasaan damai. Biar orang lain bertingkah sesukanya. Untungnya, tak semua orang berperilaku seperti itu,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini