PENGAMAT MotoGP, Dennis Noyes, mengkritik performa motor RC213V di MotoGP 2021. Sebab, motor itu kerap membawa petaka bagi para pembalapnya.
Marc Marquez dan Pol Espargaro dari Repsol Honda beberapa kali terjatuh di lintasan balapan. Teranyar, Marquez mengalami dua kecelakaan beruntun di MotoGP Belanda 2021.

Dalam ajang yang berlangsung di Sirkuit Assen itu, Marquez kecelakaan pada sesi latihan bebas 2 dan kualifikasi. Kejadian tidak menyenangkan pertama menimpa Marquez di tikungan 10 Sirkuit Assen.
Pembalap Spanyol itu terpental dari motornya sebelum jatuh ke atas aspal dengan cukup keras, lalu terseret ke gravel tikungan 11. Marquez beruntung karena tidak menderita cedera apapun kecuali memar-memar.
BACA JUGA: Kecelakaan Marc Marquez di Sirkuit Assen Bikin Takut
Jika hal buruk terjadi, itu akan menambah masalah Marquez yang sekarang masih merasakan sakit pada lengan dan bahu kanannya. Rasa sakit itu adalah sisa dari kecelakaan parah yang dialami Marquez di MotoGP Spanyol 2020.
Sayangnya, Marquez kembali terjatuh saat mentas di kualifikasi 2 (Q2). Akan tetapi, kecelakaan itu tidak separah sebelumnya.
Marquez pun terpaksa memulai balapan dari posisi ke-20. Meski begitu, pembalap 28 tahun itu bisa menyegel posisi ketujuh dalam balapan MotoGP Belanda 2021.
Meski begitu, Noyes menilai Marquez bisa bernapas lega karena teknisi bisa memberinya alasan atas kecelakaan tersebut. Menurut Noyes, lebih mengerikan jika pembalap tidak tahu apa yang menyebabkannya kecelakaan.

“Kami tidak akan membuat alasan apapun untuk Honda. Pembalap Honda sering mengalami kecelakaan tahun ini, dan banyak dari kecelakaan itu menakutkan,” ucap Noyes, dikutip dari Motosan, Jumat (2/7/2021).
“Namun, yang penting bagi Marc adalah, ketika teknisi telah memberi tahu dia alasannya. Sebab, tidak ada yang lebih buruk daripada tidak mengetahui mengapa Anda jatuh, atau mengetahui mengapa dan tidak memiliki solusi apapun,” tuturnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)