Nova Widianto Dampingi Praveen/Melati di Olimpiade Tokyo 2020, Richard Mainaky: Dia Sudah Siap

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 40 2433505 nova-widianto-dampingi-praveen-melati-di-olimpiade-tokyo-2020-richard-mainaky-dia-sudah-siap-rRoXSQL9XR.jpg Nova Widianto akan dampingi Praveen/Melati di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Humas PP PBSI)

JAKARTA - Pelatih ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky, memberikan komentar terkait persiapan tim Merah Putih jelang menghadapi gelaran Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya, Richard telah menjelaskan persiapan anak didiknya yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Pasangan nomor empat dunia itu bakal jadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor ganda campuran. Meski demikian, Praveen/Melati diharapkan menjadi suksesor Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

 

Selain menyiapkan Jordan/Melati, Richard juga sudah menyiapkan regenerasi bagi dirinya sendiri. Richard menunjuk Nova Widianto asistennya untuk mendampingi Jordan/Melati bertarung di Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya rasa dia (Nova) sudah siap untuk ke Olimpiade," ujar Richard di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Jelang Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pelatih Akui Praveen/Melati Punya Motivasi Lebih

"Kemistri dengan Jordan/Melati juga bagus karena dia yang bawa juara Denmark (Terbuka 2019), Perancis (Terbuka 2019) dan All England 2020," lanjutnya.

Seperti diketahui, pelatih bulu tangkis dari lima sektor dipastikan akan turun mendampingi para atlet ke Olimpiade Tokyo 2020. Nova Widianto akan menjadi pelatih yang menemani wakil Indonesia di nomor ganda campuran.

Mantan partner Liliyana Natsir itu akan berangkat ke Tokyo dan bergabung ke perkampungan atlet bersama empat nama lainnya yakni Rionny Mainaky, Hendry Saputra, Herry Iman Pierngadi dan Eng Hian.

Sebelumnya International Olympic Committee (IOC) telah memutuskan bahwa masing-masing tim hanya bisa membawa 30 persen staf dan pelatih dari jumlah atlet yang lolos.

 

Artinya tim Indonesia yang berjumlah 11 orang atlet, hanya mendapat jatah 3 pelatih. Indonesia kemudian meminta agar diberikan kuota tambahan, sehingga diloloskan 4 pelatih.

Namun setelah berkoordinasi dan meminta bantuan NOC, Tim Bulu Tangkis Indonesia akhirnya mendapat kuota tambahan pelatih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini