Warga Layangkan Petisi Tolak Olimpiade Tokyo 2020 ke Pemerintah Jepang, Kejuaraan Dibatalkan?

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Jum'at 14 Mei 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 43 2410182 warga-layangkan-petisi-tolak-olimpiade-tokyo-2020-ke-pemerintah-jepang-kejuaraan-dibatalkan-RlqTWBAMK3.jpg Olimpiade 2020 diselenggarakan di Tokyo, Jepang. (Foto: REUTERS)

TOKYO – Warga Tokyo melayangkan petisi menolak gelaran Olimpiade Tokyo 2020. Lebih dari 351.000 tanda tangan dikumpulkan sebagai salah satu cara warga Tokyo menolak penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Selanjutnya, petisi ini pun disampaikan ke pemerintah setempat, dalam hal ini Gubernur Tokyo pada Jumat (14/5/2021).

Sebelumnya, petisi yang berjudul "Batalkan Olimpiade Tokyo untuk melindungi hidup kita" ini disebarkan melalui situs Change.org. Seorang pengacara sekaligus mantan calon Gubernur Tokyo, Kenji Utsunomiya yang membuat petisi ini.

Olimpiade Tokyo 2020

Selama satu bulan petisi ini dipublikasikan, Kenji melihat masyarakat menunjukkan pendapat yang sama mengenai permasalahan ini. Ia pun menyebutnya ini "mencerminkan opini publik".

Alasan dibuat petisi ini ialah menyuarakan kekhawatiran masyarakat Jepang terhadap penyebaran virus Covid-19 yang semakin luas. Olimpiade tahun ini dinilai dapat menjadi sumber pemicunya.

"Saya pikir Olimpiade kali ini adalah tentang apakah kita memprioritaskan kehidupan atau upacara dan acara yang disebut Olimpiade," kata Kenji Utsunomiya dikutip dari laman AFP News, Jumat (14/5/2021).

BACA JUGA: Olimpiade Tokyo 2020, Brasil Mulai Vaksinasi Atlet dan Staf

Kenji pun tak ragu mendesak Gubernur Tokyo untuk meminta Komite Olimpiade Internasional (IOC) membatalkan Olimpiade. Menurutnya, kewenangan membatalkan ada di tangan IOC, namun tentunya butuh persetujuan dari gubernur setempat

Ia akan terus berupaya mengumpulkan tanda tangan lebih banyak lagi sampai mendapatkan pengumuman Olimpiade resmi dibatalkan. Namun, bukan hal yang mudah mengingat biaya pembatalan cukup mahal.

Olimpiade Tokyo 2020

"Kehidupan orang lebih penting daripada uang," kata Kenji.

Kenji tetap kukuh pada pendirian meski beberapa kali pihak penyelenggara meyakinkan akan menjaga para atlet dan publik Jepang tetap aman dari penyebaran virus. Padahal, penyelenggara pun sudah melakukan serangkaian uji coba yang menunjukkan protokol kesehatan yang berhasil.

Kenji memiliki fondasi kuat untuk mempertahankan argumennya yakni didukung oleh beberapa atlet Jepang. Belum lagi, persatuan dokter memperingatkan bahwa tidak mungkin mengadakan Olimpiade dengan aman selama pandemi.

Olimpiade Tokyo 2020 dijadwalkan bergulir dari 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Sejatinya, ajang empat tahun ini digelar musim panas tahun lalu. Namun, karena pandemi Covid-19, ajang multievent diundur ke tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini